Skripsi
Pemberdayaan masyarakat melalui program pengembangan desa wisata berbasis masyarakat (studi kasus Desa Wisata Gubugklakah Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang) / Muharami Khoirun Nisa\'
Abstrak
ABSTRAK Nisa Muharami Khoirun. 2015. Pemberdayaan MasyarakatMelalui Program Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah FakultasI lmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ach Rasyad M.Pd. (II) Sopingi S.Sos M.Pd Kata kunci pemberdayaan masyarakat pengembangan desa wisata Desa Gubugklakah merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang yang terletak di kaki gunung Bromo. Pada tahun 2010 desa Gubugklakah di tetapkan sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Malang. Melalui program tersebut diharapakan masyarakat desa Gubugklakah mampu mandiri dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan proses pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan program Desa Wisata Gubugklakah (DWG). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Informan penelitian ini yakni pengurus Lembaga Desa Wisata (Ladesta) pemerintah desa dan masyarakat desa Gubugklakah yang dipilih dengan teknik purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi wawancara dan dukumentasi. Analisis data menggunakan analisis data model interaktif dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan dalam pengembangan DWG diantaranya melalui (a) penyadaran masalah yang dilaksanakan melalui kegiatan pendekatan dan sosialisasi (b) pengorganisasian masyarakat dengan pembentukan Ladesta (c) proses capacity building dilakasnakan melalui pelatihan workshop dan seminar (d) proses perencanaan partisipatif melalui kegiatan turba (e) pelaksanaan kegiatan dilakukan secara kolaboratif dan partisipatif (f) monitoring dan evaluasi dilaksankan secara partisipatif (2) program-program pemberdayaan yang dilaksanakan di DWG diantaranya yaitu (a) pengelolaan homestay untuk menunjang fasilitas dan pelayanan DWG (b) pengelolaan wisata agro apel sebagai solusi mengatasi masalah pertanian apel yang terus mengalami kerugian dan menjadikannya sebagai icon wisata andalan DWG (c) pengelolaan wahana tubbing dan rafting untuk memanfaatkan potensi lokal sungai amprong dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi para pemuda DWG (d) pembuatan souvenir dan oleh-oleh khas desa Gubugklakah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat terutama para ibu rumah tangga di DWG. Saran penelitian adalah (1) dalam proses pemberdayaan pelaksanaan pengelolaan wisata diharapkan Ladesta meningkatkan koordinasi baik itu dengan pemerintah desa maupun masyarakat desa Gubugklakah sehingga mampu mempertahankan hubungan yang harmonis antar pelaku wisata. (2) dalam pelaksanaan program sebaiknya dibuat peraturan secara mufakat adil tegas dan tertulis pada setiap programnya sehingga dapat berjalan teratur dan memberikan keuntungan bagi semua pihak yang terlibat.