UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Peran Museum Brawijaya dalam menanamkan nilai-nilai kepahlawanan dan nasionalisme terhadap masyarakat / Syilvia Dewi Ayu Anggraini

Anggraini, Syilvia Dewi Ayu - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Anggraini Syilvia Dewi Ayu Anggraini 2015. Peran Museum Brawijaya dalam Menanamkan Nilai-nilai Kepahlawanan dan Nasionalisme terhadap Masyarakat Skripsi Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Suparlan Al Hakim M.Si (II) Drs. I Ketut Diara Astawa S.H M.Si. Kata Kunci Peran Museum Brawijaya Nilai-nilai Kepahlawanan Nilai-nilai Nasionalisme Masyarakat Soekarno mengatakan bahwa suatu bangsa bisa dikategorikan sebagai bangsa yang besar ketika suatu bangsa bisa menghargai perjuangan yang telah dilakukan oleh para-para pahlawan bangsa . Sebenarnya para pahlawan-pahlawan bangsa Indonesia telah berhasil untuk mengantarkan rakyat Indonesia kedalam pintu gerbang kemerdekaan dengan dorongan dan bimbingan semangat kemerdekaan dan persaudaraan yang kini mengharumkan nama bangsa dalam kepentingan Bangsa dan Negara Indonesia. Untuk mengenang kembali perjuangan para pahlawan dapat dilakukan dengan mengunjungi museum. Keberadaan museum sangat diharapkan agar masyarakat disini untuk tetap melestarikan nilai-nilai kepahlawanan dan nasionalisme Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui 1) Sejarah berdirinya Museum Brawijaya 2) Nilai-nilai kepahlawanan dan nasionalisme yang terkandung dalam Museum Brawijaya 3) Peran Museum Brawijaya dalam menanamkan nilai-nilai kepahlwanan dan nasionalisme terhadap masyarakat 4) Faktor pendorong dan penghambat Museum Brawijaya dalam menanamkan nilai-nilai kepahlawanan dan nasionalisme terhadap masyarakat 5) Pendapat masyarakat terhadap peran Museum Brawijaya dalam menanamkan nilai-nilai kepahlawanan dan nasionalisme. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Lokasi penelitian di Museum Brawijaya Kota Malang. Yang dijadikan subyek penelitian adalah anggota petugas harian Museum Brawijaya kota Malang para pengunjung Museum Brawijaya Kota Malang yang terdiri dari warga setempat daerah Kota Malang sendiri bahkan yang bertempat tinggal di luar Kota Malang. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara reduksi data (Data Reduction) penyajian data (Data Display) dan Conclusion Drawing/Verification. Berdasarkan paparan data dalam penelitian ini dapat ditarik lima kesimpulan yaitu pertama sejarah lahirnya Museum Brawijaya yang berdiri pada tahun 1962 oleh pemrakarsanya yaitu oleh Brigjen TNI (purn) Soerachman ( Mantan Pangdam VIII/Brawijaya tahun 1959-1962) yang mendapatkan partisipasi oleh pengusaha muda yang bernama Mohammad Martha seorang pemilik Hotel di Tretes Pandaan. Pada tanggal 4 Mei tahun 1968 diadakan peresmian gedung Museum Brawijaya melalui upacara peresmian yang dipimpin oleh Kolonel (Pur) Dr. Soewondo (Panglima Brawijaya Tahun 1952) telah ditunjuk oleh Pangdam VIII/Brawijaya untuk mewakili pinisepuh keluarga besar Brawijaya sebagai Inspektur upacara. Museum Brawijaya Malang seluas seluas 10.500 m2 dengan luas gedung pameran perpustakaan dan perkantoran 3.200 m2. Kedua Nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung dalam Museum Brawijaya adalah nilai berilmu dan kepekaan nilai keberanian nilai bekerja keras nilai kesetiaan dan nilai keteladanan. Sedangkan nilai-nilai nasionalisme yang terkandung dalam Museum Brawijaya adalah nilai rela berkorban dan nilai cinta tanah air. Ketiga Peran Museum Brawijaya dalam menanamkan nilai-nilai kepahlawanan dan nasionalisme terhadap masyarakat adalah 1) pengkomunikasian benda-benda koleksi Museum Brawijaya kepada pengujung sehingga komunikasi ini memiliki peranan penting dalam keberhasilan penyampaian pesan 2) pameran keliling 3) pameran busana. Keempat Faktor pendorong dalam menanamkan nilai-nilai kepahlawanan dan nasionalisme terhadap masyarakat adalah dengan mengajak para generasi muda untuk datang dan berkunjung ke Museum Brawijaya. Sedangkan faktor penghambat dalam menanamkan nilai-nilai kepahlawanan dan nasionalisme terhadap masyarakat adalah pertama keterbatasan dari Sumber Daya Manusia (SDM) petugas Museum Brawijaya karena juga minimnya sarjana dari sejarah Kedua dalam dunia pendidikan terkendala dengan kurikulumnya yang tidak sama lagi kalau dulu itu ada memang program yaitu berupa bagi para pelajar memiliki kewajiban kunjung museum jadi setiap sekolahan itu memiliki giliran untuk berkunjung museum. Kelima Pendapat mengenai peran Museum Brawijaya dalam menanamkan nilai-nilai kepahlawanan dan nasionalisme dilihat dari dua segi yaitu segi pengurus Museum Brawijaya dan pengunjung Museum Brawijaya. Menurut pengurus Museum Brawijaya mengenai peran Museum Brawijaya sangat berperan sekali dalam menanamkan nilai-nilai kepahlawanan dan nasionalisme karena telah sesuai dengan peranan museum Brawijaya yaitu salah satunya sebagai tempat pembinaan mental kejuangan dan pewarisan nilai-nilai 1945 dan TNI 1945 bagi prajurit TNI dan masyarakat umum. Sedangkan menurut masyarakat sebagai pengunjung Museum adalah menurut mereka peran dari Museum Brawijaya sendiri sudah terlaksana karena dengan adanya Museum Brawijaya bagi para pengunjung dapat menambah wawasan dengan cara berkeliling sembari melihat dan mengamati benda-benda koleksi dari tahun 1945 sampai 1950 dengan seperti itu para-para pengunjung yang dulunya tidak tahu mengenai sejarah namun setelah berkunjung ke Museum Brawijaya mereka jadi mengetahui dan paham akan perjuangan para pahlawan-pahlawan dalam melawan penjajah demi mempertahan bangsa dan negara. Saran yang dapat disampaikan dari penelitian ini pertama bagi semua pengurus Museum Brawijaya kota Malang yaitu berupa peningkatan dalam pengelolaaan dan pengembangan museum dalam mengkomunikasikan benda-benda koleksinya atau bahkan bisa ditambahkan lagi seperti pemutaran video yang ada hubungannya dengan perjuangan para pahlawan sehingga untuk para pengunjung lebih antusias dan rasa senang jika berkunjung ke Museum Brawijaya. Bagi Mahasiswa S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sebaiknya lebih meningkatkan kembali pemahamannya tentang nilai-nilai kepahlawanan dan nasionalisme sehingga nilai-nilai kepahlawanan dan nasionalisme yang telah diketahui oleh mahasiswa S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sebaiknya digunakan sebagai sikap bermanfaat dalam kehidupannya agar menjadi bangsa yang kuat.


Informasi Detail
DDC
Rs 069.0959828 ANG p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 2015.
Deskripsi Fisik
xi, 238 lembar : il. , tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
02385/KI/15
Edisi
Skripsi (Sarjana). Universitas Negeri Malang. 2015
Subjek
1. MUSEUM BRAWIJAYA - SEJARAH
2. BRAWIJAYA MUEUM - HISTORY

Pembimbing
1. Suparlan Alhakim ; 2. I Ketut Diara Astawa
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik