Skripsi
Pengaruh training terhadap intent to quit dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening (pada Divisi Marketing perusahaan berjangka dan sekuritas di Kota Malang) / Yuliatri Retno Sari
Abstrak
Abstrak Sari Yuliatri R. 2015. Pengaruh Training Terhadap Intent To Quit Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening (Pada Divisi Marketing Perusahaan Berjangka Dan Sekuritas Di Kota Malang). Skripsi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. ery Tri Djatmika RWW M.A. M.Si. (II) Afwan Hariri Agus Prohimi S.E. M.M Kata Kunci Training Intent To Quit Kepuasan Kerja Karyawan Pelatihan yang benar dan tepat sasaran akan berdampak pada karyawan yang dilatih. Dampak dari pelatihan yang baik adalah timbulnya perasaan puas pada diri karyawan tersebut. Dengan secara tidak langsung kepuasan yang muncul akibat dari pemenuhan kebutuhan dari pelatihan (training) yang tepat ini dapat menghindari kemungkinan adanya keinginan karyawan untuk berpindah kerja dikemudian hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh training terhadap intent to quit baik langsung maupun tidak langsung dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Variabel yang diteliti adalah training kepuasan kerja karyawan dan intent to quit. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Populasi dalam penelitian ini adalah 133 karyawan dari enam perusahaan berbeda. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode multy stage random sampling dan diperoleh 100 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan juga sekunder yang didapat dari wawancara tidak terstruktur dokumentasi dan angket tertutup. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis jalur (path) dengan bantuan software SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Training secara langsung berpengaruh signifikan terhadap intent to quit karyawan 2) Training secara langsung berpengaruh signifikan terhadap kepuasan 3) Terdapat pengaruh training secara tidak langsung negatif dan signifikan terhadap intent to quit karyawan melalui kepuasan karyawan. Saran yang diberikan berkaitan dengan hasil penelitian ini adalah 1) Bagi perusahaan berjangka dan sekuritas yang ada di Kota Malang agar mampu menurunkan niat keluar karyawan dari suatu perusahaan maka sebaiknya pihak perusahaan memperhatikan kepuasan kerja dengan memperhatikan program pelatihan yang diberikan agar benar-benar menjawab kebutuhan karyawan. Perusahaan wajib memberikan pelatihan terhadap karyawan agar mampu menyesuaikan kemampuannya terhadap pekerjaan sehingga mampu meningkatkan kepuasan kerja. Perlu adanya pengkajian yang lebih mendalam tentang indikator dalam menilai kepuasan kerja karyawan atas program pelatihan yang diikutinya sehingga secara lebih luas dapat memberikan gambaran dan saran yang bermanfaat dan lebih bijak bagi perusahaan dalam mengadakan program pelatihan yang faktanya bahwa dalam pelaksanaannya program pelatihan memerlukan adanya biaya yang terkadang biaya tersebut tidaklah sedikit. Perusahaan hendaknya melakukan wawancara setiap kali seorang karyawan mengundurkan diri sehingga perusahaan dapat lebih mengetahui alasan mengapa karyawan mereka meninggalkan perusahaan atau perlu diadakan penilaian tentang adanya pengaruh partisipasi pelatihan terhadap kepuasan kerja dan keinginan berpindah. 2) Bagi peneliti selanjutnya sebaiknya pada penelitian berikutnya disarankan untuk menambah jumlah responden penelitian yang digunakan dengan menggunakan objek perusahaan yang berskala lebih besar dan dalam lingkup wilayah yang lebih luas juga menambah jumlah variabel dan juga menggunakan teori-teori baru agar penelitian tentang topik ini menjadi lebih sempurna dan diharapkan dalam penelitian selanjutnya dapat diperbaiki dan disempurnakan kembali untuk mengidentifikasikan responden berdasarkan lama bekerja karena lama bekerja karyawan dirasa memiliki keterkaitan dengan variabel intent to quit.