Skripsi
Telaah Lembar Kerja Siswa (LKS) biologi semester ganjil kelas X untuk SMA Negeri di Kota Malang / Sulastri
Abstrak
ABSTRAK Sulastri. 2014. Telaah Lembar Kerja Siswa (LKS) Biologi Semester Ganjil Kelas X untuk SMA Negeri di Kota Malang.Skripsi Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. Hj. MimienHenie Irawati M.S. Kata Kunci Telaah Lembar Kerja Siswa Biologi Pembelajaranbiologimenekankanpadapemberianpengalaman langsung untuk mengembangkanpotensi agar siswamampumemahamialamsekitar. Hasil belajar siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan beberapa bahan ajar. Salah satu bahan ajar yang digunakan oleh guru adalah Lembar Kerja Siswa (LKS).Guru sebaiknya cermat dan memiliki pengetahuanyang memadai dalam menyusun LKS karena sebuah LKS harus memenuhi kriteria yang berkaitan dengan tercapai/tidaknya sebuah Kompetensi Dasar (KD)yang harus dikuasai oleh siswa. Penelitian tentang telaah LKS Biologi kelas X di SMA Negeri Malang telah dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi secara rinci mengenai kesesuaian struktur LKS Biologi SMA Negeridi kota Malang dengan standar penyusunan LKS menurut Kurikulum 2013. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Instrumen utama pada penelitian kualitatif adalah peneliti sendiri dengan dibantu instrumen lainnya yaitu berupa lembar asesmen. Lokasi pengambil data dilakukan di SMAN 1 SMAN 2 SMAN 3 SMAN 4 SMAN 5 SMAN 7 SMAN 8 SMAN 9 dan SMAN 10 di Kota Malang. Sumber data yang digunakan adalah LKS yang disusun oleh guru Biologi kelas X SMAN di Kota Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu dengan tujuan mencari informasi kesesuaian struktur LKS Biologi Kelas X di kota Malang dengan Kurikulum 2013. Data dianalisis dengan cara skor yang diperoleh dibagi dengan jumlah skor maksimum dikali 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian LKS Biologi kelas X yang disusun oleh guru SMA Negeri di kota Malang dengan Kurikulum 2013 adalah 67 3% dalam kategori baik dengan rincian setiap komponen sebagai berikut 1) kesesuaian judul LKS yang disusun oleh guru SMA Negeri di kota Malang dengan Kurikulum 2013 adalah 97 6 % dan dinyatakan sangat baik. 2) kesesuaian indikator pencapaian kompetensi LKS yang disusun oleh guru SMA Negeri di kota Malang dengan Kurikulum 2013 adalah 11 1 % dan dinyatakan kurang. 3) kesesuaian tujuan pembelajaran LKS yang disusun oleh guru SMA Negeri di kota Malang dengan Kurikulum 2013 adalah 70 4 % dan dinyatakan baik. 4) kesesuaian materi LKS yang disusun oleh guru SMA Negeri di kota Malang dengan Kurikulum 2013 adalah 56 5 % dan dinyatakan cukup. 5) kesesuaian tugas LKS yang disusun oleh guru SMA Negeri di kota Malang dengan Kurikulum 2013 adalah 79 3 % dan dinyatakan baik. 6) kebenaran dalam penggunaan bahasa pada LKS yang disusun oleh guru SMA Negeri di kota Malang adalah 97 8 % dan dinyatakan sangat baik. 7) kegrafisan (desain tampilan) pada LKS yang disusun oleh guru SMA Negeri di kota Malang adalah 58 1 % dan dinyatakan cukup. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan disarankan dalam menyusun LKS guru sebaiknya mencantumkan indikator pencapaian kompetensi untuk mengetahui ketercapaian Kompetensi Dasar (KD).Guru sebaiknya merumuskan tujuan pembelajaran dalam bentuk kalimat pernyataan yang menggambarkan arah dan target yang dicapai dalam seluruh rangkaian kegiatan.Guru sebaiknya cermat dan kreatif dalam menyusun materi pada LKS dipadu dengan pengalaman mengajar yang dimiliki dengan tujuan untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif bagi guru dan efisien bagi siswa.Desain tampilan LKS sebaiknya dapat memberi motivasi pada siswa untuk belajar secara aktif dan mandiri.