Skripsi
Kajian spesies dan distribusi pyrops di kawasan prevab Taman Nasional Kutai Kalimantan Timur / Ellyn Ghaty
Abstrak
ABSTRAK Ghaty Ellyn. 2015. Kajian Spesies dan Distribusi Pyrops di Kawasan Prevab Taman Nasional Kutai Kalimantan Timur. Skripsi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Sofia Ery Rahayu S.Pd. M.Si. (II) Drs. H. Agus Dharmawan M.Si. Kata Kunci Identifikasi Fulgoridae Pyrops Distribusi Prevab Kalimantan Timur. Pyrops merupakan serangga termasuk famili dari Fulgoridae. Pyrops berperan sebagai serangga herbivor. Pyrops di wilayah Kalimantan sebenarnya terdapat banyak spesies namun terdapat titik-titik wilayah tertentu khususnya Prevab yang belum pernah di teliti sebelumnya. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui jenis Pyrops perilaku Pyrops distribusinya di Kawasan Prevab Taman Nasional Kutai Kalimantan Timur dan mengetahui hubungan abiotik dengan kelimpahan Pyrops. Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2015. Pengamatan Pyrops dilakukan secara visual di sepanjang daerah 3 plot yang telah ditentukan. Metode yang digunakan adalah Stratified sampling. Spesimen Pyrops di identifikasi dilakukan pada bulan maret 2015 di Laboratorium Entomologi LIPI Bogor. Pengukuran faktor abiotik meliputi suhu kelembapan udara dan kecepatan angin yang dilakukan pada saat pengamatan dan penangkapan Pyrops. Hasil penelitian didapatkan 2 jenis Pyrops yang ada di Prevab TNK Kaltim yaitu Pyrops sultana dan Pyrops whiteheadi. Pola distribusi untuk spesies ini adalah teratur atau merata di setiap plot yang diamati. Selain itu ditemukan 7 pohon yang menjadi foodplant dari Pyrops yaitu pohon Sengkuang Pohon Ringin Pohon Kenanga Pohon Nephlium Pohon Laban Pohon bayur dan Pohon Medang. Setiap pohon yang diamati memiliki ketinggian hingga 12 meter. Berdasarkan hubungan ketinggian terhadap kelimpahan diperoleh bahwa ketinggian 5 sampai 8 meter yang kelimpahannya tertinggi dan tidak ada korelasi antara faktor abiotik dengan kelimpahannya.