Disertasi
Model career indecision siswa sekolah menengah atas / Muhammad Ali
Abstrak
ABSTRAK Ali Muhammad. 2015. Model Career Indecision Siswa Sekolah Menengah Atas. Disertasi Program Studi Bimbingan dan Konseling Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Marthen Pali M.Psi. (II) Dr. Dany M. Handarini M.A. (III) Dr. M. Ramli M.A. Kata Kunci career indecision efikasi diri pengharapan akan hasil dukungan keluarga peran jender Membuat keputusan karier masa depan merupakan tugas perkembangan karier yang penting untuk dijalani oleh siswa sekolah menengah atas. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa siswa Sekolah Menengah Atas mengalami ketidakmampuan dalam memutuskan karier mereka atau career indecision. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki beberapa faktor yang berkontribusi terhadap fenomena career indecision siswa Sekolah Menengah Atas. Sesuai dengan tujuan tersebut maka digunakan Social Cognitive Career Theory (SCCT) sebagai grand theory untuk menguji model yang diajukan berkaitan dengan pengaruh langsung dan tidak langsung antara peran jender dukungan keluarga efikasi diri pengambilan keputusan karier dan pengharapan akan hasil dengan career indecision. Penelitian ini menggunakan rancangan ex-post facto. Sampel penelitian berjumlah 280 (terdiri dari 120 laki-laki dan 160 wanita) siswa. Instrumen yang digunakan untuk pengumpul data adalah Career Decision-Difficulties Questionnaire (CDDQ) the Career-Related Parents Support Scale (CRPSS) Gender Roles Attitude Scale (GRAS) Career Decision Self-Efficacy Scale Short Form (CDSE-SF) dan Career Decision Making Outcome Expectacies and Exploratory Intentions (CDMOEEI). Adaptasi instrumen menggunakan pendekatan back to translation. Uji coba dilakukan kepada populasi penelitian untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitas kelima instrumen tersebut dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan analisis SEM untuk mengidentifikasi apakah model teoretis career indecision yang diusulkan fit dengan data. Hasil penelitian menunjukkan model teoretis yang dikembangkan terbukti fit dengan data yang diperoleh. Analisis model struktural menunjukkan bahwa variabel dukungan keluarga efikasi diri pengambilan keputusan karier dan pengharapan akan hasil secara langsung berpengaruh negatif dan signifikan terhadap career indecision. Variabel peran jender secara langsung berpengaruh signifikan dan positif terhadap career indecision. Variabel dukungan keluarga melalui efikasi diri pengambilan keputusan karier dan pengharapan akan hasil kemudian peran jender melalui efikasi diri pengambilan keputusan karier dan efikasi diri pengambilan keputusan karier melalui pengharapan akan hasil berpengaruh negatif dan signifikan secara tidak langsung terhadap career indecision. Sementara itu terdapat satu jalur langsung dan satu jalur tidak langsung yang tidak signifikan yaitu variabel peran jender terhadap pengharapan akan hasil dan variabel peran jender terhadap career indecision melalui pengharapan akan hasil. Dari hasil penelitian ini guru BK disarankan melibatkan dukungan dari keluarga dalam membantu menurunkan career indecision siswa. Pelibatan orang tua bisa dilakukan dalam bentuk layanan konsultasi dan didukung pula dengan layanan informasi melalui pertemuan komite sekolah yang dilakukan dengan terencana sehingga orang tua dapat memahami posisi mereka dan memahami tujuan karier anak-anak mereka. Guru BK perlu pula melakukan intervensi untuk memperkuat efikasi diri pengambilan keputusan karier siswa dengan melakukan pelatihan pengambilan keputusan karier melalui layanan kelompok psikoedukasi. Bagi peneliti berikutnya disarankan untuk meneliti faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap career indecision siswa yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini dengan mengacu pada model yang dikembangkan oleh SCCT. Di samping itu peneliti berikutnya disarankan untuk mengembangkan instrumen bagi setiap variabel yang mencerminkan budaya Indonesia.