Skripsi
Analisis perilaku konsumsi siswa SMA berdasarkan hasil belajar mata pelajaran ekonomi (di SMAN 2 Malang dan SMAN 8 Malang) / Nurin Imanina
Abstrak
ABSTRAK Imanina Nurin. 2015. Analisis Perilaku Konsumsi Siswa SMA Berdasarkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi (di SMAN 2 Malang dan SMAN 8 Malang). Skripsi Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Nasikh S.E. M.P. M.Pd (II) Dr. Imam Mukhlis. S.E. M.Si. Kata Kunci perilaku konsumsi siswa hasil belajar mata pelajaran ekonomi. Perilaku konsumsi adalah salah satu perilaku seseorang yang langsung terlibat dalam menggunakan membeli menghabiskan suatu barang yang di produksi oleh produsen. Setiap orang memiliki perilaku konsumsi yang berbeda-beda. Siswa merupakan salah satu pelaku konsumsi. Perilaku konsumsi siswa dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumsi yaitu faktor lingkungan keluarga lingkungan sekolah lingkungan masyarakat teman sebaya individu dll. Penelitian dilaksanan dengan tujuan untuk mengetahui beberapa hal yang mencangkup perilaku konsumsi siswa berdasarkan hasil belajar yang didapatkan pada mata pelajaran ekonomi di SMAN 2 Malang dan SMAN 8 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Data penelitian yang berupa paparan dalam bentuk audio yang diperoleh dari rekaman pada kegiatan wawancara. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan teknik wawancara observasi dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data maka dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data display data Verifikasi data dan pengambilan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh temuan peneliti yang pertama perilaku konsumsi dari informan yang di dapatkan dari SMAN 2 Malang dan SMAN 8 Malang siswa SMA memiliki perilaku konsumsi yang berbeda-beda. Berdasarkan nilai ulangan harian yang didapatkan dari materi kegiatan ekonomi tidak selalu mempengaruhi sifat konsumsi dari siswa siswa yang mendapatkan nilai harian tinggi tidak selalu memiliki perilaku konsumsi yang rasional dan sebaliknya tidak semua yang memiliki nilai harian rendah pada materi kegiatan ekonomi berperilaku konsumtif dalam kehidupuan sehari-harinya. Perilaku konsumsi siswa tidak sesuai dengan nilai yang didapatkan disekolah karena siswa hanya mempelajari sebagian kecil dari teori perilaku konsumsi sehingga walaupun nilai yang didapatkan tinggi tidak dapat menjadi ukuran melihat perilaku konsumsi siswa. Faktor yang lebih mempengaruhi perilaku konsumsi adalah faktor keinginan dari diri sendiri dan lingkungan. Lingkungan yang paling berperan penting adalah lingkungan keluarga karena siswa mendapatkan pendidikan pertama adalah dari orang tua apabila orang tua sudah mengajarkan anaknya untuk rasional dalam berkonsumsi atau hemat maka siswa anak mencontoh yang diajakarkan orang tuannya. Lingkungan sekolah juga berpengaruh dengan perilaku konsumsi siswa. Apabila siswa yang memiliki sifat konsumtif tetapi disekolah siswa diajarkan untuk berhemat oleh guru-gurunya atau teman dekatnya maka siswa juga akan mudah mengikuti perilaku yang dilihat disekitarnya karena siswa berapa di sekolah selama lebih dari 7 jam.