Skripsi
Pengaruh penggunaan calcium carbonate sebagai bahan pengikat pada pasir cetak terhadap kualitas dan fluiditas hasil pengecoran logam aluminium / Akhmad Hamdani Zuhri
Abstrak
ABSTRAK Zuhri Akhmad Hamdani. 2014. Pengaruh Penggunaan Calcium CarbonateSebagai Bahan Pengikat pada Pasir Cetak Terhadap Kualitas dan Fluiditas Hasil Pengecoran Logam Aluminium. Skripsi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Putut Murdanto S.T. M.T. (II) Rr. Poppy Puspitasari S.Pd. M.T. Ph.D. Kata Kunci calcium carbonate bahan pengikat cacat coran kualitas dan fluiditas. Pengecoran (Casting) adalah salah satu teknik pembuatan produk dimana logam dicairkan dalam tungku peleburan kemudian dituangkan ke dalam rongga cetakan. Cetakan yang lazim digunakan terbuat dari pasir yang mengandung atau telah dicampur dengan bahan pengikat. Penggunaan bahan pengikat yang berbeda-beda akan menghasilkan produk cor dengan tingkat kualitas dan fluiditas yang berbeda pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan calcium carbonate sebagai bahan pengikat pada pasir cetak terhadap fluiditas hasil pengecoran logam paduan Al-Si. Selain itu juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh serbuk gergaji terhadap kekerasan permukaan dan cacat coran pada logam paduan Al-Si. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang melihat hasil dari sebuah perlakuan terhadap suatu kelompok spesimen. Setelah diberikan perlakuan spesimen akan dianalisa kecacatannya dan kemampuan alir logam cor (fluiditas). Selain itu dilakukan pula pengujian kekerasan permukaan dan foto mikro dan foto makro untuk melihat cacat yang terjadi secara lebih detail. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh nilai fluiditas paling tinggi terdapat pada spesimen coran yang menggunakan campuran calcium carbonate sebesar 5% yaitu 632 2 mm. Sedangkan yang paling rendah terdapat pada spesimen coran yang menggunakan campuran calcium carbonatesebesar 15% yaitu 392 6 mm . Nilai kekerasan tertinggi juga terdapat pada spesimen coran yang menggunakan campuran calcium carbonate sebesar 5% dengan rata-rata nilai kekerasan 51 21 HRB. Sedangkan yang paling rendah kekerasannya terdapat pada spesimen campuran calcium carbonate15% dengan rata-rata nilai yaitu 40 77 HRB. Dari hasil analisa cacat cor secara kasat mata menunjukkan bahwa spesimen coran yang menggunakan campuran calcium carbonatesebesar 5% memiliki cacat cor yang paling sedikit dan paling kecil bila dibandingkan dengan spesimen lainnya. Berdasarkan hal tersebut maka dapat ditentukan penggunaan campurancalcium carbonatesebanyak 5% merupakan yang paling baik karena dilihat dari cacat hasil coran memiliki cacat yang sedikit kekerasan paling tinggi dan fluiditas paling baik.