Skripsi
Keefektifan penggunaan paket bimbingan pengendalian emosi untuk meningkatkan kontrol diri siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wlingi / Martiana Dwi Pratiwi
Abstrak
ABSTRAK Pratiwi Martiana Dwi. 2015. Keefektifan Penggunaan Paket Bimbingan Pengendalian Emosi Untuk Meningkatkan Kontrol Diri Siswa Kelas VIII SMPN 1 Wlingi. Skripsi Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Triyono M.Pd (II) Drs. Djoko Budi Santoso M.Pd. Kata Kunci paket bimbingan pengendalian emosi kontrol diri siswa SMP Siswa SMP berada pada masa remaja. Masa remaja sebagai periode badai dan tekanan suatu masa dimana ketegangan emosi meninggi akibat dari perubahan fisik dan kelenjar yang ada pada dirinya. Remaja sangat memerlukan kemampuan mengontrol diri. Kontrol diri meliputi 3 kontrol yaitu kontrol pikiran kontrol emosi dan kontrol tindakan. Kemampuan mengontrol diri berkaitan dengan bagaimana seseorang mengendalikan emosi serta dorongan-dorongan dalam dirinya. Oleh karena itu untuk membantu siswa meningkatkan kontrol dirinya penelitian menggunakan paket bimbingan pengendalian emosi. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektitas penggunaan paket bimbingan pengendalian emosi untuk meningkatkan kontrol diri siswa kelas VIII SMPN 1 Wlingi. Rancangan penelitian menggunakan eksperimen semu dengan desain penelitian non randomeized pretest posttest control group. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa 10 siswa kelompok eksperimen dan 10 siswa kelompok kontrol. Subjek penelitian ditentukan dengan teknik sampling bertujuan (purposive sampling). Instrumen penelitian skala kontrol diri untuk analisis data menggunakan analisis uji Mann-Whitney. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan diketahui jika signifikansi yang diperoleh 0 05 yang berarti paket bimbingan pengendalian emosi efektif untuk meningkatkan kontrol diri siswa kelas VIII SMPN 1 Wlingi. Disarankan agar 1) Konselor dapat membantu siswa untuk meningkatkan kontrol dirinya dengan menggunakan paket bimbingan pengendalian emosi 2) Peneliti selanjutnya diharapkan untuk melakukan pengkajian ulang sub variabel ke 3 pada skala kontrol diri dengan menggunakan sub variabel yang lebih sesuai karena sub variabel ke 3 pada skala kontrol diri yang telah disusun tidak sesuai untuk mengukur kontrol diri yang berkaitan dengan pengendalian emosi. Paket bimbingan pengendalian emosi yang digunakan dalam penelitian belum dilakukan uji keefektifannya meskipun paket bimbingan pengendalian emosi sangat berguna untuk konselor dalam memberikan bimbingan tentang pengendalian emosi. Untuk itu perlu dilakukan uji keefektifannya terlebih dahulu. Pada saat pemberian treatment untuk kelompok eksperimen dengan menggunakan paket bimbingan pengendalian emosi kelompok kontrol hanya diberikan paket bimbingan pengendalian emosi tanpa diperhatikan. Oleh karena itu seharusnya kelompok kontrol juga harus diperhatikan seperti kelompok eksperimen dengan menggunakan teknik yang berbeda.