Tesis
Pemberian pensintesis dalam pengajaran dan pengaruhnya terhadap perolehan belajar, retensi, dan motivasi / Dwi Agus Sudjimat
Abstrak
ABSTRAK DWI AGUS SUDJIMAT Pemberian Pensintesis dalam Pengajaran dan Pengaruhnya Terhadap Perolehan Belajar Retensi dan Hotivasi 1991 Sebagai disiplin ilmu yang relatif baru ilmu pengajaran memusatkan perhatiannya pada upaya untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Disiplin ilmu ini menetapkan hal-hal yang seharusnya dilaksanakan oleh guru sebagai perancang pelaksana dan penilai pengajaran. Pensintesis sebagai salah satu komponen teori elaborasi yang mendukung hadirnya ilmu pengajaran menetapkan cara-cara untuk menunjukkan keterkaitan bagian-bagian suatu bidang studi baik untuk tipe isi konseptual prosedur maupun teoritik. Karena itu penggunaan pensintesis dalam pengajaran dapat membuat pengajaran menjadi lebih bermakna meningkatkan perolehan belajar retensi dan motivasi Si belajar Sayangnya pada umumnya guru belum mampu mengorganisasi isi bidang studi yang akan diajarkan dalam bentuk pensintesis Mereka umumnya mengajarkan isi bidang studi sesuai dengan urutan yang ada dalam buku teks yang digunakan tanpa dibarengi dengan menunjukkan keterkaitan antar bagian isi bidang studi tersebut. Akibatnya pengajaran yang mereka laksanakan sering gagal memudahkan tindak belajar si belajar karena si belajar tidak mampu memahami struktur isi bidang studi yang dipelajarinya. Keadaan seperti tersebut di atas mendorong perlunya dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk melakukan uji empirik tentang potensi pensintesis yang diberikan dalam pengajaran dibandingkan dengan pengajaran yang tanpa diberi pensintesis. Variabel bebas yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah pemberian pensintesis dalam pengajaran. Selanjutnya variabel ini diklasifikasi menjadi tiga yakni pemberian pensintesis di awal pengajaran pemberian pensintesis di akhir pengajaran dan tanpa pemberian pensintesis dalam pengajaran. Sedangkan variabel tergantungnya ada tiga yakni perolehan belajar retensi dan motivasi belajar. Selanjutnya variabel perolehan belajar dan retensi masing-masing dipilah menjadi dua yakni inforinasi verbal dan mengingat konsep. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan eksperimental dengan prosedur prates perlakuan pascates tes motivasi tes retensi. Subyek yang dilibatkan dalam eksperimen adalah siswa Kelas I STM Nasional Malang Jurusan Mesin semester I tahun aj aran 1990/1991. Keseluruhan subyek yang dilibatkan berjumlah 147 orang yang secara stratified random 5ampling berdasarkan tingkat intelegensinya dikelompokkan menjadi tiga. Masing-masing kelompok diberi perlakuan yang berbeda yakni diberi pensintesis di awal pengajaran diberi pensintesis di akhir pengajaran dan tanpa diberi pensintesis dalam pengajaran. Hipotesis utama yang akan diuji kebenarannya berdasarkan data yang diperoleh dalam penelitian ini ada iga. Hipotensis pertama berkaitan dengan perolehan belajar 21po . esis kedua berkaitan dengan retensi perolehan belajar dan hipoteasis Iretiga berkaitan dengan motivasi belajar. Perangkat tes yang dikembangkan untuk mengukur kemam-puan awal (prates) berbentuk tes pilihan dengan lima alter-atif jawaban. Perangkat tes ini setelah dimodifikasi digunakan lagi untuk mengukur perolehan belajar dan retensi. Sedangkan perangkat tes yang digunakan untuk mengukur notivasi belajar juga berbentuk tes pilihan dengan lima alternatif jawaban tetapi disusun berdasarkan skala. likert. Analisis varian satu jalan digunakan untuk menganali-sis data pascates tes retensi dan tes motivasi. Analisis kovarian satu jalan dengan menempatkan data kemampuan awal sebagai kovariat dipakai untuk menguji kembali apakah hubungan kausal yang teruji signifikan dengan analisis axiom dapat dipertahankan. Analisis ini hanya dikenakan ada data pascates. Tes perbedaan antar perlakuan (antar kelompok) dilakukan dengan metode Scheffe. Sedangkan untuk menguji perbedaan nilai rata-rata pascates dan tes retensi gunakan test dua sampel berhubungan. Hasil analisis data mengantarkan pada simpulan sebagaimana diuraikan berikut ini. 1) Perolehan belajar informasi verbal kelompok subyek yang diberi pensintesis baik di awal maupun di akhir pengajaran dan yang tidak diberi pensintesis tidak berbeda secara signifikan. 2) Perolehan belajar mengingat konsep kelompok subyek yang diberi pensintesis baik di awal maupun di akhir pengajaran lebih unggul daripada kelompok subyek yang tidak diberi pensintesis dalam pengajaran.