Skripsi
Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan saintifik model penemuan terbimbing pada materi teorema pythagoras untuk siswa SMP kelas VIII / Muthoharo
Abstrak
ABSTRAK Muthoharo. 2014. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Pendekatan Saintifik Model Penemuan Terbimbingpada Materi Teorema Pythagoras untuk Siswa SMP Kelas VIII. Skripsi Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. M. Shohibul Kahfi M.Pd. Kata Kunci perangkat pembelajaran pendekatan saintifik model penemuan terbimbing teorema Pythagoras Guru ideal seharusnya dapat membuat perangkat pembelajaran yang tepat bagi siswanya. Namun guru seringkali mengembangkan perangkat pembelajaran sebatas hanya sebagai persyaratan administratif dikarenakan tuntutan dari pemerintahan. Menurut pengamatan peneliti selama observasi di beberapa sekolah masih terdapat guru yang mengalami kesulitan dalam membuat perangkat pembelajaran seperti membuat RPP yaitu guru sulit menetapkan indikator yang sesuai dengan kompetensi dasar. Disisi lain masih terdapat beberapa guru yang membuat perangkat pembelajaran tanpa menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa sehingga perangkat pembelajaran tersebut tidak terlaksana dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Ditemukan pula guru mengadopsi perangkat pembelajaran dari internet dengan mengubah beberapa komponen saja. Berdasarkan uraian di atas tujuan peneliti adalah ingin mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan saintifik model penemuan terbimbing pada materi teorema Pythagoras. Perangkat pembelajaran berbasis pendekatan saintifik model penemuan terbimbing ini memfasilitasi siswa untuk belajar secara langsung dalam mendapatkan pengetahuan dan keterampilan pada materi Pythagoras melalui kegiatan mengamati menanya mengeksplorasi mengasosiasi dan mengomunikasikan yang memuat karakteristik model penemuan terbimbing. Sehingga dengan demikian diharapkan siswa bisa membangun pemahamannya tentang konsep Pythagoras secara mandiri dan terbimbing. Model pengembangan yang digunakan dalam pengembangan perangkat pembelajaran ini adalah model pengembangan Thiagarajan S. Semmel D. S. dan Semmel M. I (1974) yang terkenal dengan istilah 4D. Model pengembangan 4D ini terdiri dari empat tahapan yaitu tahap pendefinisian (define) tahap perancangan (design) tahap pengembangan (develop) dan tahap penyebaran (disseminate). Namun pengembang memodifikasi model tersebut menjadi 3D sehingga tahap penyebaran (disseminate) tidak dilakukan oleh pengembang. Berdasarkan hasil uji kevalidan uji kepraktisan dan uji keefektifan yang diuraikan pada Bab IV diperoleh hasil yaitu (1) skor kevalidan RPP dan LKS sebesar 3 44 dan 3 4435 dengan kriteria kevalidan valid (2) skor kepraktisan RPP sebesar 3 3 dengan kriteria kepraktisan praktis sedangkan skor kepraktisan RPP sebesar 3 22 dengan kriteria kepraktisan cukup praktis (3) skor keefektifan sebesar 76 7% dengan kriteria keefektifan efektif. Jadi secara keseluruhan perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan valid praktis dan efektif. Walaupun demikian untuk kesempurnaan perangkat pembelajaran yang dihasilkan pengembang tetap melakukan revisi berdasarkan saran dan komentar yang diberikan oleh para validator dan subyek uji coba lapangan.