Disertasi
Parenting education dalam mendukung pembelajaran anak usia dini studi fenomenologis pengalaman pelaksanaannya di PAUD Qurrota A\'yun Malang / Ellyn Sugeng Desyanty
Abstrak
ABSTRAK Desyanty Ellyn Sugeng. 2015. Parenting Education dalam Mendukung Pembelajaran Anak Usia Dini Studi Fenomenologis Pengalaman Pelaksanaannya di PAUD Qurrota A yun Malang. Disertasi. Program Studi Teknologi Pembelajaran. Pascasarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Punadji Setyosari M. Ed. M. Pd. (II) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng M. Pd. (III) Dr. H. Sulthon M. Pd. Kata Kunci parenting education pembelajaran Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realitas sosial dan pemaknaan-pemaknaan subjektif para informan terteliti terhadap pengalaman-pengalaman yang terkait dengan parenting education dalam konteks PAUD Qurrota A yun (1) kesediaan diri pebelajar dalam parenting education (2) komitmen pebelajar dalam parenting education (3) partisipasi pebelajar dalam parenting education. Penelitian ini dilaksanakan di PAUD Qurrota A yun Malang pada bulan Juli 2013 sampai dengan Desember 2014. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan fenomenologi. Sumber data berupa orang lokasi kegiatan-kegiatan dokumen-dokumen yang sengaja dipilih karena dapat memberikan informasi dan dapat membantu memahami masalah yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi wawancara mendalam dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan selama dan sesudah proses pengumpulan data. Data-data yang telah terkumpul ditulis secara utuh ditranskrip dikategorisasi diberi kode disimpan dicari dan diambil kembali untuk kepentingan pemaparan triangulasi analisis dan integrasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tujuan pembelajar untuk memenuhi kebutuhan unik setiap pebelajar sehingga mencapai tujuan pembelajaran dari parenting education. Analisis pebelajar diperlukan untuk memberikan informasi yang memungkinkan pembelajar untuk merancangn kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan spesifik pebelajar. (2) Kebijakan PAUD QA untuk mewujudkan kegiatan pembelajaran bagi orangtua melalui kegiatan yang menyenangkan adalah program parenting education. Penciptaan iklim yang menyenangkan melalui perencanaan pembelajaran yang partisipatif dengan melibatkan pebelajar pembelajar Dewan Sekolah serta Kepala Sekolah. (3) Pengalaman pembelajaran mengaktualisasikan pembelajaran dalam parenting education dinyatakan secara variatif. Kepala Sekolah memahami bahwa kesediaan diri dan komitmen pebelajar merupakan hal yang ditumbuhkan secara personal tanpa ada paksaan. Para pembelajar memaknai bahwa pemenuhan kebutuhan belajar setiap pebelajar merupakan motivasinya dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Kesediaan diri dan komitmen ditunjukkan melalui berbagai cara dalam berbagai konteks. (4) Kesediaan diri pebelajar dalam parenting education ditunjukkan dalam beberapa hal yaitu (a) kesiapan fisiologis yang terdiri dari motivasi pengalaman serta kesehatan dan (b) kematangan sosial yang terdiri dari pengakuan individu yang bersangkutan terhadap diri sendiri serta pengakuan orang lain atau dari kelompok. (5) Komitmen pebelajar terbentuk untuk terlibat dalam parenting education karena (a) memenuhi kebutuhan belajar yang dirasakan (b) mendapatkan manfaat yaitu mendapatkan informasi dengan dengan cepat merasa senang bisa refreshing serta dapat mengikuti pembelajaran anak (c) hasil belajar bisa langsung dapat dimanfaatkan (d) merasa adanya kenyamanan (e) pengaruh orang lain yaitu dukungan anak-anak (anggota keluarga) dorongan dari pembelajar ajakan dari pebelajar lain (f) kewajiban yang harus dilakukan. Komitmen yang terbentuk pada diri pebelajar merupakan komitmen berkelanjutan (continuance commitment) yaitu komitmen yang didasari oleh kesadaran akan resiko yang akan terjadi apabila tidak mengikuti kegiatan pembelajaran karena pebelajar dapat mengakumulasi manfaat yang dirasakan akan dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya. Komitmen yang terbentuk dalam diri pebelajar akan mencegah pebelajar untuk mencari organisasi yang lain. (6) Partisipasi yang dimunculkan pebelajar dalam parenting education yaitu (a) partisipasi buah pikiran yang terlihat dalam kegiatan pemilihan Dewan Sekolah serta perencanaan kegiatan (b) partisipasi keterampilan (c) partisipasi dana (d) partisipasi tenaga. Pebelajar terlibat dalam parenting education memiliki lebih dari satu alasan dalam dirinya untuk berpartisipasi dan semua tergantung dari masing-masing individu. (7) Kesediaan diri pebelajar untuk mengikuti kegiatan pembelajaran mampu memunculkan komitmennya dalam pembelajaran yang diikuti sehingga pebelajar akan berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pembelajaran Sebagai penelitian bidang Teknologi Pembelajaran penelitian ini merekam dan mendeskripsikan keberadaan dan kebermanfaatan parenting education bagi pebelajar. Sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian ini beberapa hal yang peneliti sarankan kepada pembaca ataupun peneliti lain adalah sebagai berikut (1) Temuan ini dapat dijadikan sebagai referensi dan aternatif pengembangan parenting education dalam lembaga pendidikan. Hal ini mengingat bahwa kebutuhan orangtua untuk menambah pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kemampuan pengasuhan terhadap anak semakin dibutuhkan. Penyelarasan kegiatan pengasuhan dan pendidikan antara di lembaga pendidikan dan di rumah adalah sebuah kebutuhan yang sangat urgent yang harus menjadi perhatian para pemerhati pendidikan dan anak. (2) Dalam mengaktualisasikan kegiatan belajar untuk pebelajar dewasa dalam parenting education harus memperhatikan beberapa hal yang berkaitan dengan pebelajar sebagai orang dewasa. (3) Para teknolog pembelajaran diharapkan dapat menindaklanjuti penelitian ini dengan menelusuri parenting education dalam komunitas dan jenjang yang berbeda pula sehingga dapat memperkaya penelitian di bidang Teknologi Pembelajaran serta memberikan manfaat bagi pengelola dan pembelajar dalam mengembangkan program parenting education. (4) Bilamana ada peneliti yang ingin melakukan penelitian tentang parenting education dengan menjangkau hingga pemberian perlakuan (threatment) atau eksperimen maka diperlukan para pembelajar yang memiliki keahlian dalam menyelenggarakan pembelajaran. (5) Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai kontribusi parenting education dalam memaksimalkan pembelajaran bagi orangtua serta memaksimalkan upaya-upaya pemecahan permasalahan parenting education secara kontekstual. (6) Hasil penelitian ini dimungkinkan untuk diterapkan di lembaga pendidikan lain baik lembaga pendidikan formal non formal dan informal. Dalam penerapannya disesuaikan dengan karakteristik pebelajar yang dimiliki oleh lembaga pendidikan yang bersangkutan.