Skripsi
Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesulitan siswa dalam mata pelajaran membuat pola di SMK Negeri 1 Turen / Ravika Kunthi Rochmawati
Abstrak
ABSTRAK Rochmawati Kunthi Ravika. 2010. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kesulitan Siswa dalam Mata Pelajaran Membuat Pola di SMK Negeri 1 Turen . Skripsi Program Studi Pendidikan Tata Busana Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Nurul Hidayati S.Pd M.Sn (2) Dra. Esin Sintawati M.Pd. Kata Kunci faktor yang mempengaruhi tingkat kesulitan siswa faktor intern faktor ekstern pola Faktor yang mempengaruhi tingkat kesulitan siswa merupakan segala sesuatu yang menyebabkan kesulitan yang dialami oleh siswa. Faktor yang mempengaruhi tingkat kesulitan dalam penelitian ini berhubungan dengan pelajaran pola. Pola merupakan salah satu pelajaran yang diikuti siswa Busana Butik Kelas XI. Faktor yang menjadi pengaruh adalah faktor intern yang berasal dari dalam siswa dan faktor ekstern yang berasal dari luar siswa yang sedang belajar. Berdasarkan observasi awal peneliti menemukan lebih dari 50% siswa busana butik kelas X dan kelas XI memiliki nilai dibawah KKM dengan rata-rata nilai 71 dan 57 87% siswa kelas XI Busana Butik SMK Negeri 1 Turen mendapatkan nilai dibawah KKM rata-rata nilai 70 dalam mata pelajaran membuat pola. Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 1 Turen dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI BB1 dan XI BB2 jurusan Busana Butik dengan jumlah populasi 64 siswa. uji validitas dalam penelitian ini menggunakan validitas konstruk. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner (angket) tertutup. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dengan persentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa faktorr internyang mempengaruhi kesulitan siswa yaitu sikap siswa yang kurang memperhatikan saat guru menjelaskan materi pembuatan pola dan bakat siswa yang tergolong sedang yang dapat dilihat dari kurangnya kemampuan siswa dalam membuat pola sedangkan minat dan motivasi siswa tergolong baik sehingga tidak mempengaruhi kesulitan siswa dalam mengikuti mata pelajaran membuat pola. Faktor ekstern yang mempengaruhi kesulitan siswa yaitu lingkungan non sosial mengenai kurangnya fasilitas jurusan busana butik dalam mata pelajaran membuat pola seperti ruangan yang tidak sesuai dengan banyaknya siswa dan minimnya meja potong untuk pembuatan pola sedangkan lingkungan sosial sekolah dan lingkungan sosial siswa tidak mempengaruhi kesulitan siswa dalam mengikuti mata pelajaran membuat pola. Saran yang dapat peneliti kemukakan adalah (1) bagi kepala sekolah dan sarana prasana sebaiknya lebih mengoptimalkan fasilitas pembelajaran dengan cara membagi rombongan belajar agar fasilitas yang ada dapat digunakan secara ideal sesuai jumlah siswa agar pembelajaran berjalan dengan maksimal (2) guru sebaiknya lebih mengembangkan cara penyampaian materi tentang pembuatan pola menggunakan metode demonstrasi dengan memperagakan serta membimbing langsung tentang langkah-langkah membuat pola.