Skripsi
Kompetensi instruktur pelatihan kecantikan \"beauty class\" di Lembaga Kursus dan Pelatihan Juwita Kota Malang / Nora Anggraeni
Abstrak
ABSTRAK Anggraeni Nora. 2015. Kompetensi Instruktur Pelatihan Kecantikan Beauty Class di Lembaga Kursus dan Pelatihan Juwita Kota Malang. Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. S. Mundzir M.Pd (2) Drs. Lasi Purwito M.S Kata Kunci Instruktur Kompetensi Instruktur Pendidikan dan pelatihan merupakan dua kata yang sering kali muncul bersama meskipun sebenarnya keduanya tidak mudah dijelaskan perbedaannya. Kegiatan kursus dan pelatihan tidak lepas dari pelatih atau yang biasa disebut dengan instruktur. Instruktur merupakan kunci utama yang memiliki peranan besar dalam perkembangan suatu lembaga kursus dan pelatihan. Pondasi utama yang harus dimiliki instruktur adalah kompetensi. Kompetensi sebagai penguasaan terhadap suatu tugas keterampilan sikap dan apresiasi sebagai penguasaan terhadap suatu tugas yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi instruktur LKP JUWITA Kota Malang baik kompetensi pedagogik kompetensi professional kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi wawancara tidak terstruktur serta dokumentasi pada instruktur kursus dan pelatihan LKP JUWITA Kota Malang. Analisis data dilakukan dengan melakukan teknik analisis spiral Creswell. Untuk menjaga keabsahan dilakukan dengan memperpanjang keikutsertaan peneliti terkait kegiatan pembelajaran pada beauty class lembaga kecantikan. Pengecekan keabsahan penelitian menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Dari penelitian mengenai kompetensi instruktur diperoleh beberapa hasil penelitian pada LKP JUWITA Kota Malang mengenai kompetensi instruktur yaitu (1) kompetensi pedagogik (2) kompetensi professional (3) kompetensi sosial dan (4) kompetensi kepribadian. Pemahaman dan penerapan kompetensi instruktur menunjukan bahwa beberapa instruktur ada yang mampu menerapkan kompetensi dalam kegiatan pembelajarannya namun adapula yang tidak menerapkannya. Instruktur telah menjalankan kewajibannya dalam menjalankan tugasnya. Penerapan kompetensi instruktur sangat mempengaruhi peningkatan kualitas pembelajaran dan peranan instruktur dalam tanggung jawabnya. Dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa kompetensi instruktur perlu lebih ditingkatkan oleh instruktur lembaga kursus dan pelatihan. Perlu adanya tingkat pemahaman mengenai kompetensi pedagogik kompetensi professional kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian. Saran (1) Hendaknya LKP JUWITA Kota Malang sering mengadakan kegiatan pelatihan kepada instruktur lembaganya mengenai pemahaman mengenai komoetensi. (2) Hendaknya pimpinan LKP JUWITA Kota Malang lebih selektif dalam pemilihan instruktur kursus .(3) Hendaknya Instruktur menyadari bahwa pentingnya pemahaman mengenai kompetensi yang menjadi pondasi utama seorang instruktur.