Skripsi
Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui metode coaching (studi kasus pada Mini Market Alfamidi di Kota Malang) / Yuniar Izza Fitrani
Abstrak
ABSTRAK Yuniar Izza Fitrani. 2015.Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Melalui Metode Coaching (Studi Kasus pada Mini Market Alfamidi Kota Malang).Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing I Dr.Muhadjir Efendi M. Ap Pembimbing II Sopingi S.Sos M.Pd. Kata Kunci Sumber Daya manusia Metode coaching Perusahaan waralaba dibidang swalayan (retail) saat ini sedang menjamur di seluruh Indonesia termasuk di Jawa Timur. PT. Midi Utama Indonesia Tbk merupakan salah satu perusahaan waralaba tersebut. Untuk meningkatkan kualitas layanan dan memenangkan persaingan PT tersebut melakukan peningkatan kualitas atau standarisasi kompetensi karyawanannya dan salah satu metode yang digunakan adalah coaching. Fokus penelitian ini adalah mendiskripsikan proses pembelajaran melalui metode coaching pada PT. Midi Utama Indonesia Tbk di Mini Market Alfamidi Kota Malang. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Data dikumpulkan wawancara observasi serta studi dokumentasi. Pemilihaninforman dilakukan dengan teknik purposive. Data dianalisis dengan model analisis interaktif dengan teknik analis isi (content analysis) Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Pertama pelaksanaan program coaching melalui tiga tahapan kegiatan yaitu (1) tahap perencanaan pada tahap perencanaan tim trainer hanya merencanakan sasaran program coaching (2) tahap pelaksanaan pelaksanaan program coaching terdapat tiga tahapan yaitu brefing pembagian kelompok dan pembinaan program coaching dan (3) tahap evaluasi evaluasi dalam program coaching menggunakan review. Kedua hambatan dalam pelaksanaan program coaching disebabkan oleh jadwal tim trainer akibat permintaan karyawan yang meningkat dan mengharuskan terselenggaranya training bagi karyawan baru membuat tim trainer tidak dapat fokus untuk pelaksanaan coaching itu sendiri. jadwal shift toko karena jadwal yang tidak sama membuat tim crew toko ada yang tidak mengikuti coaching dan trainer yang berpedoman dengan standart operasional seperti untuk standart eyeshadow bagi kasir adalah warna merah muda dan lipstick warna merah akan tetapi para karyawan perempuan lebih sering menggunakan warna lain. Saran yang bisa diberikan adalah pertama untuk memperbaiki proses pelaksanaan coaching adalah apabila pelaksanaan program coaching dilaksanakan seimbang dengan program training maka peningkatan kualitas sumber daya pada perusahaan akan lebih baik dan kedua untuk mengatasi hambatan pelaksanaan program coaching adalah sebaiknya mengatur jadwal antara program coaching dengan program training sehingga pelaksanaan program coaching akan terlaksana secara rutin. Selain itu sebelum melaksanakan program coaching sebaiknya menghubungi pihak toko agar antara tim trainer dengan tim toko saling mengerti. Sebaiknya standart operasional perusahaan lebih ditekankan kepada kepala toko sehingga kebijakan yang tidak sesuai standart tidak terjadi.