Tugas Akhir
Strategi penetapan harga BBM non PSO jenis pertamax dalam meningkatkan volume penjualan di wilayah Kabupaten Sidoarjo / Achmad Rizal Nur Faizin
Abstrak
ABSTRAK Faizin A.R.N. 2015. Strategi Penetapan HargaBBM non PSO Jenis Pertamax dalam Meningkatkan Volume Penjualan di Wilayah Kabupaten Sidoarjo. Tugas Akhir Program Studi D-III Manajemen Pemasaran Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. I Nyoman Suputra M.Si. Kata Kunci strategi harga volume penjualan pertamax Penetapan harga jual dari barang atau jasa merupakan suatu kunci dalam melakukan penjualan di berbagai perusahaan sebagai konsekuensi dari deregulasi persaingan global yang semakin sengit rendahnya pertumbuhan produk di pasar dan peluang bagi perusahaan untuk memantapkan posisinya di pasar. Harga mempengaruhi kinerja keuangan persepsi konsumen mengenai produk dan penentuan posisi merek. Karena harga merupakan suatu ukuran mutu suatu produk jika konsumen mengalami kesulitan untuk mengevaluasi produk yang semakin kompleks. PT. Pertamina (Persero) merupakan perusahaan minyak nasional yang menjual produk bahan bakar minyak yang terdiri atas BBM subsidi dan BBM non subsidi. Fenomena yang terjadi adalah tingkat konsumsi masyarakat lebih besar menggunakan BBM subsidi jenis premium daripada menggunakan BBM non subsidi jenis pertamax. Hal itu disebabkan oleh disparitas harga antara premium dan pertamax cukup jauh. Kualitas produk yang berbeda seolah tidak mempengaruhi persepsi konsumen terhadap harga yang ditawarkan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal diantaranya ragam produk BBM yang dikeluarkan oleh PT. Pertamina (Persero) mencakup BBM subsidi dan non subsidi serta strategi penetapan harga jual dari produk BBM non subsidi jenis pertamax sehingga volume penjualannya bisa meningkat. Hasil dari pengamatan yang dilakukan menunjukkan bahwa volume penjualan BBM non subsidi jenis pertamax mengalami peningkatan terutama di akhir tahun 2014. Kenaikan harga BBM subsidi jenis premium membuat konsumen banyak yang beralih ke BBM non subsidi jenis pertamax. Disparitas harga yang semakin kecil dan kualitas pertamax yang lebih baik daripada premium seolah membuat konsumen tidak ragu untuk beralih menggunakan pertamax. Disparitas harga ini perlu terus dijaga karena hal ini merupakan strategi harga jual yang terbukti bisa meningkatkan volume penjualan pertamax.