Tugas Akhir
Kompetensi, kendala, dan upaya peningkatan kompetensi pustakawan di Perpustakaan Kanjuruhan Malang / Intan Winda Oktavia
Abstrak
ABSTRAK Oktavia Intan Winda. 2015. Kompetensi Kendala dan Upaya Meningkatkan Kompetensi Pustakawan di Perpustakaan Universitas Kanjuruhan Malang. Tugas akhir Program Studi Perpustakaan Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Imam Agus Basuki M.Pd (II) Drs. Hari Santoso S.Sos. Kata kunci kompetensi pustakawan perpustakaan Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi pustakawan kendala yang dihadapi dalam meningkatkan kompetensi dan upaya yang dapat dilakukan pustakawan untuk meningkatkan kompetensi di perpustakaan Universitas Kanjuruhan Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian diambil dari observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pustakawan di perpustakaan Universitas Kanjuruhan Malang masih perlu ditingkatkan pada masing masing bidang yaitu sirkulasi pengolahan dan layanan pemakai. Kompetensi pustakawan dalam layanan pemakai masih kurang maksimal tidak dapat membantu pemustaka melakukan temu kembali informasi sampai tuntas. Kompetensi pustakawan pada bagian pengolahan kurang. Pengklasifikasian pada bahan pustaka masih kurang tepat dan pustakawan tidak dapat menggunakan DDC manual. Setiap pustakawan berusaha meningkatkan kualitas kinerjanya sesuai dengan kerangka kerja yang ada. Pustakawan berusaha memberikan memberikan pelayanan prima agar pemakai puas dengan layanan yang diberikan. Kendala yang dihadapi perpustakaan Universitas Kanjuruhan Malang dalam meningkatkan kompetensi adalah kurangnya dana/anggaran dari atasan waktu dan sumber daya manusia yang minimal. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kompetensi pustakawan di Perpustakaan Universitas Kanjuruhan Malang adalah (a) pustakawan mengikuti pelatihan atau pendidikan formal maupun non formal dibidang ilmu perpustakaan (b) pustakawan berusaha mengembangkan diri sendiri dengan keterampilan yang dimiliki (c) pustakawan aktif mengikuti organisasi dibidang perpustakaan yang ada di Indonesia. Dengan demikian saran yang diajukan untuk pimpinan Universitas Kanjuruhan Malang dan pustakawan perpustakaan Universitas Kanjuruhan Malang yaitu (1) pimpinan memberi beasiswa atau dana untuk perbaikan pendidikan (formal maupun non formal). Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan pustakawan (2) pustakawan diharap bersikap lebih proaktif dalam melakukan pelayanan pada pemakai. Tujuannya adalah agar pemustaka merasa puas dengan layanan dan akan kembali lagi ke perpustakaan (3) pimpinan perpustakaan Universitas Kanjuruhan Malang perlu mengajukan penambahan pustakawan minimal D2 Ilmu Perpustakaan. Hal ini dilakukan agar tidak ada kerangkapan kerja didalam perpustakaan.