Skripsi
Membaca \"Citra Kaligrafi pada Segitiga Merah Hijau\" dan \"Kompetisi 9\" karya lukis M. Sattar / Alvin Dwi Putra
Abstrak
ABSTRAK Putra Alvin Dwi. 2015. Membaca Citra Kaligrafi pada Segitiga Merah Hijau dan Kompetisi 9 Karya Lukis M. Sattar. Skripsi Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Lilik Indrawati M.Pd. (II) Fenny Rochbeind S.Pd. M.Sn. Kata Kunci Membaca Citra Kaligrafi pada Segitiga Merah Hijau Kompetisi 9 karya lukis M. Sattar kritik holistik. Citra Kaligrafi pada Segitiga Merah Hijau dan Kompetisi 9 merupakan dua buah karya lukis karya seniman Malang M. Sattar yang menjadi objek dalam penelitian ini. Secara visual kedua karya lukis tersebut mampu meresahkan diri peneliti untuk mau menelitinya. Kegelisahan tersebut diakibatkan karena beberapa hal dari karya lukis tersebut diantaranya visual yang dinamis raut kaligrafi pada lukisan dan ide/gagasan seniman di balik karya-karya tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menentukan nilai-nilai yang terkandung dalam kedua karya lukis tersebut melalui analisa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan kritik holistik. Ketiga komponen kehidupan seni meliputi seniman karya seni dan penghayat menjadi sumber informasi yang digunakan dalam penelitian ini. Metode yang digunakan untuk menjaring data adalah metode wawancara observasi dan analisa dokumen. Paparan data yang dihasilkan berupa deskripsi analisa formal dan interpretasi. Data-data tersebut yang digunakan dalam sintesa untuk menentukan nilai-nilai yang terkandung dalam kedua karya seni tersebut. Berdasarkan hasil analisa sintesa diperoleh kesimpulan nilai pada masing-masing karya lukis. Pertama pada karya lukis berjudul Citra Kaligrafi pada Segitiga Merah Hijau didapat kesimpulan nilai berupa nilai artistik yang berasal dari nilai intrinsik-artistik karya lukis tersebut. Nilai artisitik ini peneliti tarik dari visual kaligrafi pada karya lukis yang merupakan buah pemikiran dari sang seniman mengenai kaligrafi dan memunculkan konsep citra kaligrafi . Selain nilai intrinsik-artistik terdapat pula nilai isi (content) yang merujuk pada nilai religius dan ketuhanan nilai sosial dan nilai pesan hidup. Kedua pada karya lukis berjudul Kompetisi 9 didapatkan kesimpulan nilai berupa nilai sosial-politik yang muncul dari tema lukisan yang menggambarkan keadaan Indonesia saat Pemilu tahun 1997 dan nilai filsafat yang mengarah pada pencarian kebenaran hidup hakiki secara personal yang terwujudkan dalam kompetisi tersebut.