Skripsi
Penerapan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray (TSTS) pada mata pelajaran sejarah pokok bahasan manusia purba di Indonesia dan dunia untuk siswa kelas X SMA Negeri 2 Kota Probolinggo / Baby Lusica Oky
Abstrak
ABSTRAK Oky Baby Lusica. 2015. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Two Stay Two Stray (TSTS) pada Mata Pelajaran Sejarah Pokok Bahasan Manusia Purba di Indonesia dan Dunia untuk Siswa Kelas X SmaNegeri 2 Kota Probolinggo. Skripsi JurusanTeknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. DediKuswandi M.Pd. (II) Henry Praherdiono S.Si. M.Pd. Kata Kunci Pembelajaran Kooperatif Model Two Stay Two Stray (TSTS) Manusia Purba di Indonesia dan Dunia. Keberhasilan dalam pendidikan dapat dilihat dari bagaimana guru tersebut mampu melaksanakan proses pembelajaran dengan baik. Proses pembelajaran terkait dengan inovasi-inovasi dan model-model pembelajaran yang dipraktekkan kepada siswa sehingga siswa tidak merasa bosan. Berdasarkan hasil observasi pembelajaran di kelas dan wawancara guru SMA Negeri 2 Kota probolinggo di kelas X pembelajaran yang selama ini dilakukan guru pada mata pelajaran Sejarah menggunakan model ceramah padasetiap pertemuannya baik dengan bantuan media LCD atau tidak. Terkadang guru membagi kelompok untuk sekedar presentasi di depan atau mengerjakan tugas bersama. Sehingga pembelajaran hanya berpusat satu arah yaitu dari guru kesiswa guru berbicara dan siswa mendengar menyimak dan menulis. Selain itu juga pembelajaran yang berpusat pada guru menyebabkan siswa menjadi pasif yaitu hanya mendengarkan dan menyimak baik-baik apa yang disampaikan guru agar mengerti. Sehingga pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah tersebut membuat siswa cenderung kurang aktif diskusi hanya dilakukan oleh siswa yang aktif dan siswa yang berada di bangku depan siswa tidak berani mengemukaan pendapatnya dan hanya menyetujui pendapat temannya hal itu terjadi karena siswa tidak memiliki kesempatan bertanya atau menjawab secara menyeluruh di kelas. Selain itu siswa menganggap yang bertanggung jawab untuk menjawab pertanyaan dalam sebuah kelompok adalah ketua dan juru bicara saja. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X IIS 1 pada mata pelajaran Sejarah pokok bahasan Manusia Purba di Indonesia dan Dunia dengan menerapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS). Model penelitian yang digunakaan adalah model Kurt Lewin yang terdiri dari empat komponen yaitu perencanaan (planning) tindakan (acting) pengamatan (observing) danrefleksi (refecting). Terjadi peningkatan pada tiap siklus yaitu dari 7 siswa yang tuntas pada siklus I 27 siswa tuntas pada siklus II kemudian mencapai ketuntasan siswa sebanyak 30 siswa pada siklus III. Rata-rata nilai hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 94% pada akhir siklus dan masuk kedalam kategori Sangat Baik . Sehingga penerapan model pembelajaran TSTS ini memberikan dampak positif dalam peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa telah mencapai hasil yang memuaskan.