Skripsi
Penerapan model inkuiri untuk meningkatkan pembelajaran IPA di kelas V pada materi magnet SDN Bandungrejosari 1 Kota Malang / Ruli Diyan Aprianoto
Abstrak
ABSTRAK Ruli Diyan Aprianoto. 2015. Penerapan Model Inkuiri Untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA kelas V Semester II Pada Materi Magnet SDN Bandungrejosari 1Kota Malang. Skripsi Program Studi S1 PGSD Jurusan KSDP Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Dimyati S.Pd M.Pd (2) Drs. Heru Agus Tri Widjaja M.Pd Kata kunci Model Inkuiri IPA Pembelajaran Pembelajaran IPA dengan metode ceramah cenderung menjadikan siswa sebagai subyek belajar yang pasif karena hanya melihat mendengar dan mencatat maka dalam penelitian ini mencoba menerapkan model inkuiri. Dengan model inkuiri dalam pembelajaran IPA diharapkan siswa dapat memiliki konsep-konsep mengenai pokok bahasan materi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dalam kurikulum 2006. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pelaksanaan pembelajaran IPA dengan model inkuiri (2) aktivitas siswa melalui model inkuiri (3) hasil belajar siswa kelas V dengan model inkuiri. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan PTK dengan model Kemmis dan Mc Taggart. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas V SDN Bandungrejosari I yang berjumlah 15 siswa. Data dikumpulkan melalui pengamatan dan evaluasi sedangkan instrumen dalam penelitian ini adalah pedoman observasi dan lembar tes. Dari penelitian ini dapat dikemukan bahwa pelaksanaan pembelajaran IPA dengan model inkuiri menjadi efektif. Aktivitas guru dalam mengajar sudah sesuai dengan langkah-langkah dalam RPP yang telah dilaksanakan di siklus I dan II yaitu 87% dan 95%. Aktivitas siswa selama pembelajaran IPA dengan model inkuiri dari siklus I dan II menunjukkan ada peningkatan hasil yaitu untuk merumuskan masalah dari 81 6 menjadi 90 merumuskan hipotesis dari 66 6 menjadi 76 mengumpulkan bukti dari 83 3 menjadi 86 menguji hipotesis dari 80 menjadi 85 dan menyimpulkan dari 81 6 menjadi 83. Ketuntasan kelas secara keseluruhan pada aktivitas siswa selama menerapkan model inkuiri dari siklus I dan II mengalami peningkatan yaitu dari 78% menjadi 84 33%. Hasil belajar siswa pada materi magnet dengan model inkuiri menunjukkan ada peningkatan. Nilai rata-rata sebelum menggunakan model inkuiri hanya mencapai 65 7 setelah menggunakan model inkuiri nilai rata-rata siswa pada siklus I mencapai 72 3 dan diperoleh hasil 6 siswa (40%) telah mencapai ketuntasan individu dan 9 siswa (60%) belum mencapai ketuntasan individu. Dari siklus II mengalami peningkatan hasil belajar dari 15 siswa diperoleh hasil 14 siswa (93 33%) mencapai ketuntasan individu dan 1 siswa (6 67%) belum mencapai ketuntasan individu namun untuk ketuntasan kelas sudah memenuhi kriteria 80% lebih dengan nilai rata-rata yang diperoleh 80 6. Saran yang diajukan sebaiknya guru menggunakan model inkuiri pada pembelajaran yang menuntut pembuktian dengan cara memberikan bimbingan pada siswa.