Skripsi
Barcoding DNA rangkong badak sebagai upaya konservasi genetik satwa Indonesia / Alivia Fitriani Putri Pradani
Abstrak
ABSTRAK Pradani Alivia Fitriani Putri. 2015. Barcoding DNA Rangkong Badak Sebagai Upaya Konservasi Genetik Satwa Indonesia.Skripsi JurusanBiologi FakultasMatematikadanIlmuPengetahuanAlam UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I) Sofia Ery Rahayu S.Si M.Si. (II) Dra. DwiListyorini M.Si. D.Sc. Kata Kunci Rangkong Badak Karakter Morfologi DNA Barcode Cytochrome-c Oxidase Sub-unit I (COI). Burung Rangkong Badak merupakan anggotadari genus Buceros yang mempunyai pelindung kepala berbentuk tanduk yang berwarna orange (Poonswad 1993a). Saat ini di Indonesia populasi Rangkong Badak semakin menurun hal ini disebabkan berkurangnya habitat burung akibat deforestasi hutan berkurangnya makanan tempat bersarang dan perburuan liar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan burung Rangkong Badak berdasarkan karakter morfologi dan mengetahui sekuen gen Cytochrome-c Oxidase Sub-unit I (COI). Penelitian ini bersifat deskriptif analitik meliputi pengamatan dan pengukuran bagian tubuh dan menganalisis sekuen gen COI. Gen COI diamplifikasi menggunakan primer universal Foward BirdF1 5 -TTCTCCAAC CAC AAA GAGATT GCAC-3 dan Primer Reverse Bird2 5 -ACTACATGTGAGATGATTCCGAATCCAG-3 (Hebert et al. 2004). Analisis genetik menggunakan sofware MEGA6 dengan metode Maximum Likehood (ML) Neighbor Joining (NJ) dan Minimum Evolution (ME) dengan model perhitungan algoritmik parameter Kimura-2. Hasil identifikasi karakter morfologi menunjukan bahwa spesies yang diteliti adalah Rangkong Badak (Buceros rhinoceros). Hasil analisis genetik menggunakan ketiga metode dan BOLD System menunjukkan RangkongBadak berkerabat dengan Rangkong Papan (Buceros bicornis) voucher KU08011.