Skripsi
Pembelajaran nahwu sharaf di pondok pesantren Darussalam Kencong Kepung Kediri / Ria Silviana Dewi
Abstrak
ABSTRAK Dewi Ria Silviana. 2015. Pembelajaran Nahwu Sharaf di Pondok Pesantren Darussalam Kencong Kepung Kediri. Skripsi Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Nurhidayati M. Pd (II) Ibnu Samsul Huda S.S M.A. Kata Kunci Materi pembelajaran Nahwu Sharaf metode evaluasi. Pondok Pesantren Darussalam merupakan pondok yang terkenal dengan ilmu baca kitabnya yang menekankan pendalaman ilmu-ilmu yang terkandung dalam kitab-kitab berbahasa Arab. Alumni yang pernah belajar di PPD sebagian besar menjadi para ahli Nahwu Sharaf dan mendirikan pondok dengan latar belakang yang sama yakni pembelajaran Nahwu Sharaf menjadi materi yang diprioritaskan. Pembelajaran Nahwu Sharaf di PPD menjadi sangat penting dipelajari santri untuk membantu memahami kitab berbahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan materi metode dan evaluasi pembelajaran Nahwu Sharaf di PPD Kepung Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer berupa data yang terkait dngan materi metode evaluasi yang diperoleh dengan kuesioner hasil observasi dan angket. Data sekunder diperoleh dari pihak internal PPD berupa laporan-laporan dan catatan-catatan PPD yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti yaitu berupa sejarah singkat pondok pesantren visi dan misi pondok pesantren dan data- data tertulis lainya yang berkaitan dengan penelitian yang sedang dilakukan. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi pembelajaran Nahwu di PPD berjenjang. Santri kelas 4 Ibtida iyah mempelajari kitab as-sabrowi. Santri kelas 5 mempelajari matan al-jurumiyah. Santri kelas 6 mempelajari kitab imrity. Mulai dari kelas 1 sampai kelas 2 Tsanawiyah santri mempelajari alfiyah juz 1 untuk kelas 1 dan juz 2 untuk kelas 2. Materi pembelajaran Sharaf di PPD relatif lebih singkat dan sedikit dibandingkan dengan materi pembelajaran Nahwu. Pembelajaran Sharaf tidak hanya dipelajari oleh kelas 5-6 saja materi nahwu dan sharaf tidak berdiri sendiri tetapi dibaurkan dengan kitab yang sama. Santri kelas 5 Ibtida iah mempelajari sharaf istilah dan kelas 6 Ibtida iyah mempelajari sharaf lughowi. Metode yang digunakan dalam pembelajaran Nahwu di PPD adalah metode eklektik dan gramatika-terjemah. Metode yang digunakan pada pembelajaran Sharaf di PPD adalah gramatika-tarjamah. Evaluasi nahwu di PPD dilaksanakan hanya satu kali tiap satu semester yakni pada ujian akhir semester. Evaluasi Sharaf di PPD dilaksanakan pada setiap akhir pertemua dan pada saat ujian akhir sekolah. Instrument yang digunakan pada evaluasi nahwu dan sharaf di PPD sama yakni isian singkat dan soal uraian. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada pengurus PPD Kencong Kepung Kediri agar lebih meningkatkan variasi metode pembelajaran Nahwu Sharaf sehingga penyampaian materi menjadi lebih mudah dan hasil penilain belajar siswa menjadi lebih baik lagi. Ustadz dan ustadzah hendaknya lebih mengembangkan instrument penilaian yang digunakan sehingga tidak hanya mengunakan bentuk soal isian singkat dan soal uraian.