Tesis
Pengaruh model pembelajaran discovery dengan scaffolding-prosedural terhadap kreativitas IPA SMP pada kemampuan berfikir kritis berbeda / Siti Mardianawati
Abstrak
ABSTRAK Mardianawati Siti. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran Discovery dengan Scaffolding-Prosedural terhadap Kreativitas IPA SMP pada Kemampuan Berpikir Kritis Berbeda. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Supriyono Koes H. MA. M.Pd. (2) Dr. Hadi Suwono M.Si. Kata Kunci Scaffolding-Prosedural Discovery Berpikir Kritis Kreativitas. Pembelajaran IPA yang mengarahkan pada pengembangan kreativitas siswa dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran discovery dengan scaffolding-prosedural. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran discovery dengan scaffolding-prosedural dan kemampuan berpikir kritis terhadap kreativitas pada mata pelajaran IPA SMP. Model pembelajaran discovery dengan scaffolding-prosedural yang diterapkan dalam penelitian ini menggunakan sintaks dalam discovery yang terdiri atas enam tahap dengan urutan stimulation problem statement data collecting data processing verification dan generalization. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi dengan rancangan faktorial. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3 Kuta Selatan Badung Tahun Pelajaran 2014/2015 yang terdiri dari enam kelas. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak tiga kelas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes berpikir kritis yang berbentuk pilihan ganda dan tes kreativitas yang berbentuk uraian. Reliabilitas tes berpikir kritis sebesar 0 782 dan tes kreativitas sebesar 0 840. Data yang dikumpulkan diolah secara statistik inferensial dengan menggunakan teknik Anava dua jalur 2x3 dan Anava satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kreativitas kelompok siswa yang belajar melalui model pembelajaran discovery dengan scaffolding-prosedural lebih tinggi daripada kelompok siswa yang belajar melalui model pembelajaran discovery dan konfirmasi (2) Kreativitas kelompok siswa yang memiliki berkemampuan berpikir kritis tinggi yang belajar melalui model pembelajaran discovery dengan scaffolding-prosedural lebih tinggi daripada kelompok siswa yang belajar melalui model pembelajaran discovery dan konfirmasi (3) Kreativitas kelompok siswa yang memiliki berkemampuan berpikir kritis rendah yang belajar melalui model pembelajaran discovery dengan scaffolding-prosedural lebih tinggi daripada kelompok siswa yang belajar melalui model pembelajaran discovery dan konfirmasi (4) Tidak terdapat pengaruh interaksi model pembelajaran (discovery discovery dengan scaffolding-prosedural dan model pembelajaran konfirmasi) dan kemampuan berpikir kritis siswa terhadap kreativitas.