Skripsi
Validating the construct of the reading test of the English National Examination 2014 for the Junior High Schools / Dina Eka Pertiwi
Abstrak
ABSTRAK Pertiwi Dina Eka. 2015. Pengujian Validitas Konstruk pada Ujian Membaca dalam Ujian Nasional Bahasa Inggris Tahun 2014 untuk Sekolah Menengah Pertama. Skripsi Jurusan Bahasa Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Gunadi Harry Sulistyo M.A. (II) Dr. Sintha Tresnadewi M.Pd. Kata Kunci validitas konstruk ujian nasional bahasa inggris kisi-kisi soal ujian tes membaca Validitas merupakan salah satu karakteristik yang harus dimiliki oleh setiap tes yang baik. Sebuah tes dikatakan valid apabila tes tersebut mengukur apa yang seharusnya diukur. Diantara beberapa tipe validitas validitas konstruk menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Secara spesifik tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas konstruk pada ujian membaca dalam Ujian Nasional Bahasa Inggris tahun 2014 untuk sekolah menengah pertama dengan upaya menganalisa proses pengembangan SKL menjadi kisi-kisi dan butir soal ujian serta meneliti validitas konstruk yang berlandaskan pada hasil empiris serta menganalisa reliabilitas theta dari tes tersebut. Sebanyak 223 siswa kelas tiga SMP Negeri 1 Sumberpucung direkrut sebagai populasi yang dapat diakses dalam pengujian ulang Ujian Nasional Bahasa Inggris 2014 untuk sekolah menengah pertama. Data yang digunakan untuk mengevaluasi proses pengembangan SKL menjadi kisi-kisi soal ujian dan butir soal didapatkan dari BSNP sebagai badan yang melaksanakan perencanaan pelaksanaan dan pengawasan pendidikan di Indonesia serta Balitbang-KEMDIKBUD sebagai lembaga yang melaksanakan penelitian dan pengembangan pendidikan di Indonesia. Sementara itu data yang digunakan untuk menganalisis validitas konstruk dan reliabilitas theta diperoleh dari hasil pengujian ulang tes kepada populasi yang dapat diakses. Dalam menganalisis validitas konstruk analisis faktor konfirmatori diimplementasikan untuk menentukan butir soal mana yang secara konsisten mengukur faktor butir soal tersebut dengan membandingkan butir soal yang mengukur faktor berdasarkan teori yang ada pada kisi-kisi dengan butir soal yang mengukur faktor setelah melalui proses ekstraksi dan rotasi. Reliabilitas theta yang mengindikasikan konsisten atau tidaknya tes dihitung secara manual dengan menggunakan rumus dari Carmines dan Zeller. Proses pengembangan dari SKL menjadi kisi-kisi dan butir soal membaca menunjukkan bahwa ada 9 faktor yang terbentuk dengan menguji kesesuaian antara indikator pada kisi-kisi dengan butir soal membaca. Faktor-faktor yang terbentuk adalah informasi tersirat tujuan komunikatif informasi tertentu informasi rinci rujukan kata makna kata gambaran umum pikiran utama dan pesan moral untuk teks naratif. Sebanyak 39 butir soal tes membaca didistribusikan pada 9 faktor berdasarkan kecocokan diantara faktor dan butir soal tersebut. Namun demikian proses pengembangan juga mengungkapkan bahwasanya SKL tidak sepenuhnya sesuai dengan kisi-kisi karena materi tentang short functional text tidak terdapat pada kisi-kisi. Terdapat juga ketidaksesuaian antara kisi-kisi dengan butir soal tes membaca dikarenakakn materi recount text pada kisi-kisi tidak berubah menjadi satupun soal tes membaca. Secara empiris bertolak dari hasil analisis faktor ada 14 butir soal dari total 39 soal membaca yang secara konsisten mengukur faktor dari butir-butir soal yang mana mengindikasikan bahwa terjadi reduksi butir soal sebanyak 64%. Penghitungan reliabilitas theta menunjukkan koefisien yang lebih besar dibandingkan reliabilitas alfa (.723 .631) yang berarti bahwa pengujian ulang dari tes ini akan menghasilkan 72.3% hasil yang sama. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini adalah bahwa tes membaca pada Ujian Nasional Bahasa Inggris 2014 untuk sekolah menengah pertama memiliki kekurangan dalam validitas konstruk dengan bukti bahwa ada ketidaksesuaian antara SKL kisi-kisi dan butir soal tes membaca. Hasil penelitian secara empiris menunjukkan bahwa lebih dari separuh butir soal tes tidak mampu mengukur kemampuan membaca siswa seperti yang tercantum pada indikator di kisi-kisi yang berarti bahwa tes ini kurang dalam validitas konstruk. Nilai reliabilitas theta dari tes (.723) yang cukup jauh dari standard untuk tes tingkat tinggi (paling rendah .90) mengindikasikan bahwa tes membaca ini hanya akan menghasilkan 72.3% hasil yang sama pada pengujian ulang. Sebagai tes yang beresiko tinggi tes ini harus memiliki kualitas yang bagus karena hasilnya akan berpengaruh pada banyak aspek dan pihak-pihak pendidikan yang terkait. Oleh sebab itu tes membaca pada Ujian Nasional Bahasa Inggris 2014 untuk sekolah menengah pertama harus ditinjau lebih dalam untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas dari tes tersebut melalui beberapa alternatif yang salah satunya adalah dengan meningkatkan kualitas butir soal dengan memastikan bahwa soal-soal ujian terkait dengan indikator kemampuan membaca yang ingin diukur oleh tes tersebut.