Tesis
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray menggunakan metode problem solving untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA siswa kelas V di SD-SMP Negeri Satu Atap 3 Dongko / Fakih Dian Tri Kuncahyo
Abstrak
ABSTRAK Kuncahyo Fakih Dian Tri. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Menggunakan Metode Problem Solving Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas V di SD-SMP Negeri Satu Atap 3 Dongko. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dra. Herawati Susilo M. Sc Ph.D (2) Dr. Lia Yuliati M.Pd Kata Kunci two stay two stray problem solving motivasi hasil belajar. Upaya peningkatan motivasi sangat diperlukan dalam proses pembelajaran terutama dalam meningkatkan hasil belajar IPA. Penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA siswa kelas V. Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray menggunakan metode problem solving 2) mengetahui peningkatan motivasi belajar IPA setelah melaksanakan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray menggunakan metode Problem Solving dan 3) mengetahui peningkatan hasil belajar belajar IPA setelah melaksanakan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray menggunakan metode Problem Solving. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan desain mengacu pada model Kemmis McTaggart yang meliputi perencanaan pelaksanaan tindakan dan pengamatan serta refleksi. Peran peneliti adalah sebagai instrumen utama. Penelitian ini dilaksanakan sejak Bulan Maret sampai dengan April 2015 di kelas V SD-SMP Negeri Satu Atap 3 Dongko. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi angket tes hasil belajar catatan lapangan dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Langkah-langkah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray menggunakan metode problem solving yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas V di SD-SMP Negeri Satu Atap 3 Dongko adalah sebagai berikut a). menyampaikan tujuan pembelajaran b). membentuk kelompok belajar c). menyajikan masalah d). menjelaskan prosedur pemecahan masalah e). mencari alternatif pemecahan masalah f). kelompok tamu berkunjung ke kelompok lain g). kelompok tamu kembali ke kelompok asal h). membahas hasil kerja i). menetapkan solusi pemecahan masalah j). melaporkan hasil pemecahan masalah melalui kegiatan presentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar IPA siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray menggunakan metode problem solving yang diukur melalui nilai angket motivasi pada pra tindakan dan akhir siklus mengalami peningkatan dari persentase rata-rata 59 68% menjadi 73 81% pada siklus I dan menjadi 91% pada siklus II. Hasil belajar afektif yang diukur melalui lembar pengamatan sikap pada setiap akhir siklus mengalami peningkatan dari persentase rata-rata 79 33% menjadi 94 37%. Hasil belajar psikomotor yang diukur melalui lembar pengamatan keterampilan pada setiap akhir siklus mengalami peningkatan dari persentase rata-rata 69 48% menjadi 81 77%. Hasil belajar kognitif IPA yang diukur melalui tes tulis pada akhir siklus mengalami peningkatan ketuntasan secara klasikal dari 68 75% dengan rata-rata kelas 73 87 pada siklus I menjadi 87 5% dengan rata-rata kelas sebesar 78 56 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian terdapat beberapa saran antara lain (1) dalam penerapan model pembelajaran ini masalah yang disajikan harus sesuai dengan tingkat kemampuan berpikir siswa serta dapat mengelola waktu dengan baik (2) sebaiknya model pembelajaran ini digunakan sebagai bahan masukan bagi guru dalam upaya peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa di sekolah (3) penelitian selanjutnya agar mengembangkan model pembelajaran ini pada materi yang memiliki karakteristik sama sehingga dapat meningkatkan aktivitas siswa interaksi siswa motivasi dan hasil belajar siswa.