UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Narasi aruh adat perkawinan masyarakat Dayak Maanyan / Rusma Noortyani

Noortyani, Rusma - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Noortyani Rusma. 2015. Narasi Aruh Adat Perkawinan Masyarakat Dayak Maanyan. Disertasi. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Djoko Saryono M. Pd. (2) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto M. Pd. dan (3) Dr. Zulkifli M. Pd. Kata Kunci narasi aruh adat perkawinan Kalimantan memiliki beberapa suku Dayak. Salah satunya adalah suku Dayak Maanyan yang tinggal di bagian utara Kalimantan Selatan tepatnya di Kabupaten Tabalong. Nama Maanyan berkaitan erat dengan nama kerajaan Nansarunai lokasi utama tujuan hijrah suku pendatang yang akhirnya diberi nama anyan (tanah datar) Dayak Maanyan. Secara umum masyarakat Dayak Maanyan terbagi atas tiga golongan yaitu (1) golongan masyarakat yang merdeka (2) golongan budak dan (3) golongan imam misalnya balian. Dayak Maanyan memiliki upacara adat perkawinan yang khas yaitu aruh adat perkawinan yang dinamakan Wurung Jue. Adat perkawinan etnik Dayak Maanyan diwariskan secara turun-temurun dan tetap terjaga sampai saat ini. Upacara adat perkawinan ini merupakan upacara ritual keagamaan yang khas di antara etnik Dayak yang ada di Kalimantan. Keunikan tersebut ditandai dengan serangkaian kegiatan yaitu tahap ngantane (lamaran) tahap adu pamupuh (pertunangan) dan tahap piadu (perkawinan). Setiap tahapan dalam upacara adat perkawinan mengandung tuntunan moral dan pedoman etika bagi masyarakat Dayak Maanyan. Fokus penelitian ini adalah narasi aruh adat perkawinan masyarakat Dayak Maanyan yang terdiri atas tiga aspek yaitu (1) cerita dan alur narasi aruh adat perkawinan dalam (a) tahap ngantane (b) tahap adu pamupuh dan (c) tahap piadu (2) struktur narasi aruh adat perkawinan dalam tahap (a) ngantane (b) adu pamupuh dan (c) piadu (3) aktor dan narator dalam narasi aruh adat perkawinan yang berhubungan dengan (a) tugas dan posisi dan (b) tindakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi yang secara khusus mengarah pada etnografi-narasi. Data penelitian berupa kutipan dalam bentuk kata kalimat paragraf dan wacana dalam tuturan aktor yang diperoleh dari dialog mantra dan nyanyian balian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terlibat dan wawancara mendalam yang dipandu dengan panduan observasi dan panduan wawancara. Selama kegiatan pengumpulan data peneliti melakukan seleksi data identifikasi data klasifikasi data dan kategorisasi data berdasarkan pandangan emik. Analisis data penelitian ini menggunakan model etnografi dalam pandangan Spradley. Ketiga aspek penelitian dipahami secara cermat melalui analisis domain analisis taksonomi analisis komponensial dan analisis tema kultural. Verifikasi temuan penelitian dilakukan melalui triangulasi data kepada pakar bahasa dan budayawan Dayak Maanyan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh temuan penelitian sebagai berikut. Pertama cerita dan alur aruh adat perkawinan. Secara kronologis narator menceritakan peristiwa aruh adat perkawinan dimulai dari awal cerita/pembukaan sampai dengan penutup cerita. Berdasarkan waktu pelaksanaan tiga tahap prosesi aruh adat perkawinan yakni ngantane adu pamupuh dan piadu memerlukan waktu kurang lebih 4 bulan. Setiap tahap memiliki tahapan alur yang sama yaitu dimulai dari eksposisi sampai dengan resolusi. Alur aruh adat perkawinan menggunakan alur lurus atau alur maju. Kedua struktur narasi aruh adat perkawinan dalam (a) struktur narasi tahap ngantane (b) struktur narasi tahap adu pamupuh dan (c) struktur narasi tahap piadu. Temuan struktur narasi setiap tahap terdapat dalam eksposisi komplikasi klimaks dan resolusi. Ketiga aktor dan narator dalam narasi aruh adat perkawinan. Temuan aktor berhubungan dengan tugas dan posisinya antara lain pemeran utama adalah (a) kedua mempelai dan (b) penghulu adat pemeran pembantu adalah (a) usbah (b) orang tua kedua mempelai (c) mantir dan (d) balian. Pemeran tambahan/figuran adalah audiens. Aktor yang berhubungan dengan tindakannya pada tahap ngantane adu pamupuh dan piadu meliputi (a) tindakan sesuai aturan (b) tindakan taktik (c) tindakan move dan (d) tindakan heuristik. Narator dalam narasi aruh adat perkawinan meliputi (1) narator dramatis (2) narator memperlihatkan dan (3) narator subjektif. Saran dalam penelitian ini ditujukan kepada (1) para pembuat kebijakan bidang kebudayaan agar memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai bahan untuk merancang dan menentukan arah kebijakan (2) pakar bahasa dan sastra disarankan untuk memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai bahan kearifan lokal karena tatanan nilai dan pedoman hidup yang terdapat dalam aruh dapat dimanfaatkan sebagai bahan pendidikan karakter/kearifan lokal (3) budayawan disarankan agar berpartisipasi mempertahankan dan melestarikan kekayaan budaya etnik ini (4) para peneliti disarankan memanfaatkan budaya etnik sebagai media untuk menumbuhkembangkan pemahaman serta apresiasi yang benar terhadap karya sastra tradisi secara khusus aruh adat.


Informasi Detail
DDC
Rd 808.0499225 NOO n
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, 2015.
Deskripsi Fisik
xiii, 215 lembar : il. , tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
03523/KI/15
Edisi
Disertasi (Pasca Sarjana). Universitas Negeri Malang. 2015
Subjek
1. KESUSTRAAN KALIMANTAN - KARANGAN NARASI
Pembimbing
1. Djoko Saryono; 2. Wahyudi Siswanto ; 3. Zulkifli
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik