Disertasi
Pemodelan keberterimaan dan perilaku penggunaan mobile learning pada pendidikan tinggi / Syamsul Arifin
Abstrak
ABSTRAK Arifin Syamsul 2015. Pemodelan Keberterimaan dan Perilaku Penggunaan Mobile Learning Pada Pendidikan Tinggi. Disertasi Program Studi Teknologi Pembelajaran Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Punaji Setyosari M.Pd. M.Ed. (II)Prof. Dr. I Wayan Ardhana M.A. (III)Dr. Waras M.Pd. Kata kunci Keberterimaan Perilaku Penggunaan m-learning Model Keberterimaan dan Perilaku Penggunaan m-Learning. Tujuan dalam penelitian ini adalah menentukan dan mengkaji hubungan dan pengaruh faktor-faktor terhadap keberterimaan dan perilaku penggunaan m-learning dengan mengembangkan Model Keberterimaan dan Perilaku Penggunaan m-learning (Model of the Acceptance and Usage Behavior of m-Learning) atau disingkat M-AUBmL. M-AUBmL terdiri dari enam konstruk yang berasal dari theTheory Of Planned Behavior (TPB) dan dari the Technology Acceptance Model (TAM) yakni kontrol perilaku (perceived behavioral control (PBC)) norma subyektif (subjective norm (SN)) perilaku niat menggunakan (behavior intention to use (BIU)) perilaku menggunakan m-learning (usage behavior of m-learning (UBmL)) persepsi kemudahan menggunakan (perceived ease of use (PEU)) dan persepsi kebergunaan (perceived usefulness (PUF)). Empat konstruk eksternal ditambahkan pada M-AUBmL yakni persepsi terhadap kondisi fasilitas (perceived facilitating conditions (FC)) persepsi kemampuan diri (perceived self-efficacy (SE)) persepsi terhadap kesiapan rekan mahasiswa (perceived peer student readiness (PSR)) dan persepsi terhadap dosen (perceived lecturers readiness (LR)) baru yang tidak ada dalam penelitian sebelumnya. Penelitian dilakukan dengan melibatkan 294 sampel mahasiswa secara random setelah mereka mengikuti pembelajaran matakuliah yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Fisika ITS dengan menggunakan m-learning. Model AUBmL dirancang dan dianalisis menggunakan IBM AMOS version 21 dengan motode maximum likelihood estimation (MLE). Hasil analisis kecocokan keseluruhan model (overall model fit) Keberterimaan dan Perilaku Penggunaan m-learning (M-AUBmL) diperoleh nilai derajat kecocokan model (goodness of fit) sbb. GFI 0 9 RMSEA 0 0749 df 453 CFI 0 920 TLI 0 889 NFI 0 879 IFI 0 922 967 2 /df 2 583 dan PGFI 0 581 maka model AUBmL dinyatakan good fit. Hasil uji kecocokan model pengukuran (measurement model fit) dengan analisis faktor model pengukuran atau confirmatory factor analysis (CFA) diperoleh hasil bahwa konstruk PEU LR PSR SE FC BIU PUF SN PBC dan UBmL memiliki nilai CR 0 7-0 9 dan nilai VE 0 5-0 7. Hal tersebut menunjukkan bahwa kesepuluh konstruk di atas memiliki realiabilitas yang sangat baik sedangkan standardized factor loadings 61548 memiliki nilai 0 5-0 9. Hasil ini menunjukkan bahwa setiap item atau indikator adalah valid. Hasil uji hipotesis pengaruh antara konstruk yang dikaji diperoleh nilai 61671 C.R. 61690 2 7-14 6 dengan nilai probability (p) 61603 0 05. Hal ini membuktikan bahwa kesebelas hipotesis yang diajukan dapat diterima dan menjadi kaidah hubungan serta menyatakan tingkat pengaruhnya antar konstruk sebagai penyusun model AUBmL. Faktor persepsi kemudahan menggunakan m-learning yang disertai persepsi kegunaan m-learning berpengaruh secara signifikan terhadap keberterimaan mahasiswa untuk menggunakan m-learning dalam proses pembelajaran. Sebaliknya persepsi kemudahan saja yang tidak disertai dengan persepsi kegunaan berpengaruh secara negatif terhadap keberterimaan mahasiswa untuk menggunakan m-learning. Faktor persepsi kontrol perilaku mengguna kan m-learning disertai niat perilakumenggunakan m-learning berpengaruh secara positif terhadap perilaku penggunaan m-learning lebih besar 17% dibandingkan dengan pengaruh langsung tanpa disertai faktor niat perilakumenggunakan m-learning. Penyelenggara pendidikan direkomendasikan menyediakan dan menjamin konektivitas jaringan internet atau WiFi yang stabil dan memberikan layanan informasi yang dapat diakses oleh mahasiswa kapanpun dan dimanapun. Dosen dan mahasiswa masing-masing mempersiapkan diri untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman yang mendorong peningkatan persepsi kemampuan diridan kontrol perilakudalam mengguna kan m-learning. 8195