Skripsi
Penerapan strategi belajar murder (mood, understand, recall, digest, expand, review) untuk penguasaan keterampilan menulis Bahasa Jerman siswa kelas X Bahasa SMA Negeri 8 Malang / Ersalinna Christie Trisuwito
Abstrak
ABSTRAK Trisuwito Ersalinna Christie. 2015. Penerapan Strategi Belajar MURDER (Mood Understand Recall Digest Expand Review) untuk Penguasaan Keterampilan Menulis Bahasa Jerman Siswa Kelas X Bahasa SMA Negeri 8 Malang. Skripsi Jurusan Sastra Jerman Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Rizman Usman M. Pd. (II) Dra. Rosyidah M. Pd. Kata Kunci penerapan strategi belajar MURDER keterampilan menulis Keterampilan menulis merupakan salah satu dari keempat keterampilan yang harus dikuasai seorang pembelajar bahasa Jerman. Siswa kelas X Bahasa SMA Negeri 8 Malang memiliki kesulitan dalam menentukan menyusun dan mengembangkan gagasan penulisan untuk menghasilkan karangan berbahasa Jerman yang baik. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan strategi belajar MURDER dan hasilnya pada keterampilan menulis dalam pembelajaran bahasa Jerman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X Bahasa SMA Negeri 8 Malang sebanyak 12 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan observasi wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi belajar MURDER dapat diterapkan untuk keterampilan menulis. Berdasarkan hasil kegiatan observasi proses pembelajaran dengan penerapan strategi belajar MURDER dapat berjalan dengan baik. Analisis hasil wawancara dan dokumentasi karangan menunjukkan bahwa siswa merasa nyaman selama proses pembelajaran sehingga siswa dapat menentukan pemilihan kata yang tepat serta mengembangkan dan menyusunnya dalam sebuah karangan yang baik. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi belajar MURDER efektif dalam pembelajaran bahasa Jerman khususnya pada keterampilan menulis. Selain itu strategi belajar tersebut dapat menarik minat siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran dan siswa menjadi lebih mudah dalam memahami materi yang disampaikan.