Tesis
Efektivitas level of inquiry model of science teaching terhadap keterampilan proses sains dan penguasaan konsep fisika siswa SMA kelas X / Yulia Agustin Surya Juita
Abstrak
ABSTRAK Juita Yulia Agustin Surya. 2015. Efektifitas Levels of Inquiry Model of Science Teaching terhadap Keterampilan Proses Sains dan Penguasaan Konsep Fisika Siswa SMA Kelas X. Tesis Program Studi Pendidikan Fisika Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Arif Hidayat M. Si. (2) Dr. Lia Yuliati M. Pd. Kata kunci levels of inquiry (LoI) model of science teaching keterampilan proses sains penguasaan konsep fisika Kurikulum 2013 menghendaki pembelajaran dengan scientific approach yang mengisyaratkan penggunaan keterampilan proses sains dalam pemebelajaran. Tujuan penerapan scientific approach diantaranya adalah untuk melatih dan mengembangkan keterampilan proses sains siswa serta mencapai penguasaan konsep fisika. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa keterampilan proses sains siswa masih relatif rendah. Salah satu penyebab permasalahan ini adalah kurangnya keterampilan guru dalam mengorganisasikan prosedur atau informasi yang harus diterima siswa. LoI merupakan sebuah model yang mengorganisasikan informasi ke dalam cara yang lebih bermakna. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas LoI terhadap keterampilan proses sains dan penguasaan konsep fisika siswa. Penelitian ini menggunakan pre-post test control group design. Populasi terdiri dari seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Malang. Sampel dipilih dengan cara cluster random sampling. Kelas eksperimen yaitu X MIA 8 dan kelas kontrol yaitu X MIA 1 masing-masing berjumlah 33 siswa. Siswa pada kelas eksperimen dibelajarkan dengan model pembelajaran LoI sedangkan siswa pada kelas kontrol dibelajarkan dengan guided inquiry. Data keterampilan proses sains siswa diperoleh melalui lembar observasi dan instrumen tes keterampilan proses sains. Data penguasaan konsep diperoleh dari instrumen tes penguasaan konsep. Data dianalisis dengan statistik nonparametris uji Mann-Whitney satu ekor karena tidak terdistribusi normal. Deskripsi keterlaksanaan proses pembelajaran dengan LoI dan Guided inquiry dapat dikatakan baik. Hal ini berdasarkan pada lembar observasi keterlaksanaan proses yang menunjukkan bahwa keterlaksanaan LoI mencapai 93 64 % sedangkan keterlaksanaan guided inquiry mencapai 92 31%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pembelajaran LoI lebih efektif dibanding guided inquiry dalam menumbuhkan dan mengembangkan keterampilan proses sains siswa. Nilai zhitung 5 47 lebih besar dari nilai zkritis yaitu1 65. LoI juga lebih efektif dibanding guided inquiry dalam meningkatkan penguasaan konsep fisika siswa. Hal ini ditunjukkan dengan nilai zhitung 2 59 lebih besar dari nilai zkritis yaitu1 65. Jika nilai zhitung lebih besar dari nilai zkritis maka hipotesis awal ditolak yang berarti keterampilan proses sains dan penguasaan konsep fisika siswa yang belajar dengan LoI lebih tinggi dibanding siswa yang belajar dengan guided inquiry. Beberapa hal yang menjadi penyebab adalah kurangnya pemahaman siswa yang belajar dengan guided inquiry terhadap macam-macam variabel serta definisinya. Selain itu penyebab lain adalah kurangnya pemahaman siswa terhadap prosedur yang harus dilakukan.