Tesis
Pengaruh model inkuiri terbimbing dengan game puzzle terhadap penguasaan konsep IPA ditinjau dari kemampuan penalaran ilmiah siswa kelas VII SMP Negeri 4 Malang / Sitti Nasrah
Abstrak
ABSTRAK Nasrah S. 2015. Pengaruh Model Inkuiri Terbimbing dengan Game Puzzleterhadap Penguasaan Konsep IPA ditinjau dari Kemampuan Penalaran Ilmiah Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Malang. Tesis Program Studi Pendidikan Dasar IPA. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ibrohim M.Si (II) I Wayan Dasna M.Si M.Ed Ph.D Kata kunci Inkuiri terbimbing game puzzle penguasaan konsep kemampuan penalaran ilmiah. Pembelajaran IPA harus relevan dengan hakikat IPA. Salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan hakikat IPA adalah model inkuiri. Inkuiri merupakan salah satu model pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa sehingga pembelajaran lebih bermakna dan dapat meningkatkan penguasaan konsep IPA. Inkuiri yang dapat mengembangkan potensi siswa pada usia SMP dalam pembelajaran yaitu inkuiri terbimbing. Model inkuiri sulit mengontrol kegiatan siswa sehingga diberbantukan dengan peta konsep maupun mind mapping tetapi memerlukan waktu yang relatif lama. Penggunaan media dapat mempersingkat lama waktu pembelajaran. Media yang menarik dalam kegiatan pembelajaran adalah media yang dibuat sebagai permainan. Salah satu jenis permainan yang dilakukan adalah game puzzle. Game puzzle dapat melatih nalar kesabaran sehingga dapat meningkatkan penguasaan konsep IPA. Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruhpembelajaran model inkuiri terbimbing dengan game puzzle terhadap penguasaan konsep IPA ditinjau dari kemampuan penalaran ilmiah. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah kuasi eksperimen dengan desain 2 x 2. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 4 Malang.Pemilihan kelas sampel dilakukan secara acakkelompok sehingga diperoleh 1 kelas inkuiri terbimbing dengan game puzzle dan 1 kelas inkuiri terbimbing.Tes kemampuan penalaran ilmiah diadaptasi dari Lawson s Test of Scientific Reasoningdengan realibilitas 0 77.Pada tes penguasaan konsep IPA diperoleh 0 83. Teknik untuk menguji hipotesis adalah menggunakan uji ANAVA dua jalur dan uji lanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penguasaan konsep IPA siswa yang belajar dengan model inkuiri terbimbing dengan game puzzle lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar model inkuiri terbimbing (2) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan penalaran ilmiah terhadap penguasaan konsep IPA siswa (3)penguasaan konsep IPA antara siswayang dibelajarkan menggunakan inkuiri terbimbing dengan gamepuzzle lebih tinggi dari pada siswa yang dibelajarkan menggunakan inkuiri terbimbing pada siswa berkemampuan penalaran hipotetical deductive (HD) (4) penguasaan konsep IPA antara siswayang dibelajarkan menggunakan inkuiri terbimbing dengan gamepuzzle lebih tinggi dari pada siswa yang dibelajarkan menggunakan inkuiri terbimbing pada siswa berkemampuan penalaran empirical inductive (EI).