Skripsi
Peningkatan keterampilan berbicara melalui metode pembelajaran kooperatif tipe talking stik pada tema 7 Cita-citaku kelas VI siswa SD Negeri Lowokwaru 4 Malang / Hanny Oktavia Ika Asmara
Abstrak
ABSTRAK Asmara Hanny Oktavaia Ika. 2015. Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stik pada Tema 7 Cita-citaku Kelas IV Siswa SD Negeri Lowokwaru 4 Malang. Skripsi Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Eka Pramono Adi SIP M.Si. (II) Henry Praherdhiono S.Si M.Pd. Kata Kunci PTK Talking Stick Keterampilan Berbicara SD Metode pembelajaran Talking Stick merupakan suatu metode pembelajaran dengan bantuan tongkat. Siapa yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah peserta didik mempelajari materi pokoknya. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru kelas IV SDN Lowokwaru 4 Malang peneliti menemukan beberapa kendala yakni kurangnya keterampilan siswa dalam mengungkapkan pendapat atau menjawab pertanyaan secara lisan. Maka dari itu peneliti menerapkan metode pembelajaran Talking Stick untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian dilakukan di kelas IV SDN Lowokwaru 4 Malang dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan sesuai dengan model spiral PTK yang dikembangkan Kemmis dan Taggart (Diadaptasi Wiriadmadja Rochiati 2008 66) masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan (planning) tindakan (acting) observasi (observing) dan refleksi (reflecting). Topik pembicaraan yang digunakan dalam pembelajaran tiap pertemuan berbeda sesuai tema 7 Cita-citaku. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Lowokwaru 4 Malang. Analisis data dilaksanakan secara deskriptif kualitatif dengan mengkaji semua data yang diperoleh. Penerapan metode pembelajaran Talking Stick dapat meningkatkan proses pembelajaran siswa dan keterampilan siswa. Pada penerapan metode pembelajaran Talking Stick nilai rata-rata aktivitas siswa pada siklus I adalah 72 92 pada siklus II menjadi 78 12. Pada siklus I siswa tidak berani dan kurang bekerjasama saat mengerjakan tugas kelompok keaktifan dan keberanian siswa dalam menjawab pertanyaan masih ragu-ragu. Pada siklus II semua aspek aktivitas siswa dapat dilakukan siswa dengan baik. Respon siswa sangat baik terhadap penerapan metode pembelajaran Talking Stick. Siswa sangat senang dan antusias pada saat proses pembelajaran berlangsung. Penerapan metode pembelajaran Talking Stick dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Berdasarkan hasil pengamatan keterampilan berbicara siswa terdapat peningkatan pada siklus I rata-rata nilai siswa adalah 68 10 yang termasuk kategori Cukup pada siklus II meningkat menjadi 77 34 yang masuk kategori Baik. Pada siklus pertama aspek yang perlu diperbaiki adalah kejelasan suara dan kelancaran saat berbicara penguasaan topik dan pilihan kata sudah baik namun terhitung belum maksimal. Pada siklus kedua semua aspek telah dikuasai siswa dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian penerapan metode pembelajaran Talking Stick dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran Talking Stick ini dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IV pada tema 7 Cita-citaku. Saran yang dapat diberikan peneliti antara lain hendaknya guru melatih rasa percaya diri siswa dan keterampilan berbicara siswa secara rutin. Selain itu guru memberikan pertanyaan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa agar tidak terjadi ketimpangan dalam keterampilan berbicara siswa. Metode pembelajaran Talking Stick dapat menjadi salah satu alternatif untuk variasi metode pembelajaran dan upaya guru untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Bagi peneliti lain yang akan menerapkan metode pembelajaran Talking Stick hendaknya mempertimbangkan topik pembicaraan siswa agar siswa tetap semangat dan antusias dalam pembelajaran.