Skripsi
Pengaruh penerapan tiga variasi model pembelajaran kooperatif berorientasi konstruksivistik terhadap keaktifan belajar teknik komputer dan jaringan pada siswa kelas X SMK Negeri 12B Malang / Muhammad Ridwan
Abstrak
ABSTRAK Ridwan Muhammad.2014. Pengaruh Penerapan Tiga Variasi Model Pembelajaran Kooperatif Berorientasi Konstruktivistik Terhadap Keaktifan Belajar Teknik Komputer dan Jaringan Pada Siswa Kelas X SMK Negeri 12 Malang. Skripsi JurusanTeknikElektro FT UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I)Drs. Setiadi C.P. M.Pd. M.T. (II) I Made Wirawan S.T. S.S.T. Kata Kunci variasi model kooperatif keaktifan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap perbedaan rata-rata keaktifan belajar siswa dengan penerapan beberapa model pembelajaran kooperatif dengan mengobservasi langsung atau pengamatan langsung kegiatan siswa pada proses belajar mengajar didalam kelas.Model-model kooperatif yang digunakan diantaranya adalah Jigsaw Think-Pair-Share (TPS) dan Numbered Head Together (NHT). Rancanganpenelitianiniadalahpenelitianeksperimendimanapenelitianinibertujuanuntukmengungkap rata-rata keaktifan yang paling bedadenganteknikpengamatanlangsung. Pengukuranvariabelterikatberupakeaktifanbelajardilakukanketikasiswamengikutipembelajarandikelas. Ujiprasyarathipotesismenggunakanujinormalitasdanujihomogenitas. Setelahujiprasyarattersebutmemenuhisyarat ujihipotesismenggunakanujianavasatujaluruntukmengetahuiapakanadaperbedaandalampenerapan model terhadapkeaktifanbelajardariketiga model yang diterapkan. Setelahmengujidengananavasatujalur kemudiandilanjutkandenganperhitungandenganPost Hoc Test dimanapengujianinidigunakanuntukmengetahuiperbedaandarimasing-masingkeaktifansetelahditerapkan model pembelajaran. UjiprasyaratdanujihipotesisdilakukandenganbantuanSoftware SPSS 17.0 for Windows. Dari hasilperhitungananavasatujalurmengungkapkanbahwaterdapatperbedaan rata-rata keaktifanantaraketigakelasdenganpenerapan model pembelajarankooperatif. Hal initerlihatdarinilaiF 7 769 dannilaiprobabilitassebesar 0 001 sig.(0 05). SelanjutnyadarihasilujilanjutPost Hoc Test menunjukkanbahwadariketiga model pembelajarantersebutsetelahditerapkantidakterdapatperbedaankeaktifanbelajarantaraJigsawdan NHT. Hal initerlihatdarinilaiprobabilitaslebihdari 0 05yaitu 0 982. Sedangkan rata-rata keaktifanbelajar model Jigsawdan TPS NHT dan TPS terdapatperbedaan yang signifikan.. Hal inikarenanilaiprobabilitasuntuk model Jigsaw dan TPS sebesar 0 003. Sedangkanuntuk model NHT dan TPS nilaiprobalitasnyasebesar 0 006. Dapatdisimpulkanbahwadalammeningkatkankeaktifanbelajarsistemoperasijaringan model pembelajarankooperatif yang paling cocokadalah NHT. Hal initerlihatdarianalisisdeskriptif yang menyatakanbahwakeaktifanbelajarsistemoperasijaringanakibatpenerapan model pembelajarankooperatiftipe NHT dalamkategorisedangdanmenujutinggi. Saran daripenelitiadalahsebagaiseorangpengajarharusmemperhatikankecocokanantarakarakteristiksiswa media yang akandigunakan danfasilitas yang memadai agar pembelajaran yang dilakukansesuaidengantujuan yang akandicapai.