Tugas Akhir
Perencanaan upper structure (struktur atas) jembatan beton pratekan di Desa Petung Kota Pasuruan / Setiawan Mahardika
Abstrak
ABSTRAK Mahardika Setiawan. 2015. Perencanaan Upper Structure (StrukturAtas) JembatanBetonPratekan di DesaPetung Kota Pasuruan. TugasAkhir Program Studi D3 TeknikSipildanBangunan FakultasTeknik UM. Pembimbing Drs. H. Sugiyanto S.T M.T. Kata-kata kunci Upper Structure BetonPrategang. Kota Pasuruan yang memiliki letak geografis strategis yaitu terletak pada persimpangan jalan Kabupaten Probolinggo menuju Kota Malang dan persimpangan jalan Kabupaten Probolinggo menuju Surabaya. Salah satu pembangunan jembatan yang mendapat perhatian saat ini adalah jembatan Petung. Dengan adanya kegiatan pembangunan jembatan Petung tersebut diharapkan kualitas daya tampung/kapasitas jembatan Petung dapat ditingkatkan sedemikian rupa sehingga terjadi peningkatan umur teknis pelayanan jembatan yang berfungsi meningkatkan arus lalulintas dan dengan sendirinya dapat menunjang peningkatan perekonomian masyarakatdan pendapatan daerah. Perencanaan Jembatan Petung Kota Pasuruan ini atas dasar kondisi jalankelas III pada saat ini dapat disimpulkan bahwa jembatan mempunyai banyak kekurangan dari kenyamanan pengendara sampai dengan struktur jembatanyang mengalami kerusakan karena jalan tersebut memiliki aligment horisontal dengan sudut tikungan yang relatif siku kendaraan dengan kecepatan 60 km/jam rawan kecelakaan karena perlambatan memasuki tikungan kurang menyemut.Dari kondisi tersebut perencanaan jembatan beton pratekan dapat digunakan sebagai alternatif pilihan jembatan. Permasalahan yang ditinjau dalam tugas akhir ini adalah sebagai berikut (1) Bagaimana menentukan spesifikasi balok struktur jembatan menggunakan beton pratekan di Desa Petung Kota Pasuruan (2) Bagaimana menganalisa perhitungan kekuatan komponen jembatan beton pratekan (3) Bagaimana hasil analisa perhitungan ke dalam bentuk gambar teknik. Hasil dari perencanaan adalah jembatan panjang bentang 25 m lebar total 9.5 m tebal slab 0.20 m untuk tulangan positif negatif dengan tulangan D19 100 dan tulangan bagi D16 150 dengan dimensi tiang sandaran 15 cm x 15 cm jumlah 2 D12 dengan tulangan geser2 61638 6 150 balok gelagar induk beton prategang bentuk I dengan tinggi 1.20 m berjumlah 6 buah dengan jarak 1.60 m antar balok gelagar. Jumlah tendon yang digunakan 4 dengan tendon berisi 12strands jenisstrands yang digunakan Uncoated 7 wire super strands ASTM A-416 grade 270 dengan tulangan arah memanjang balok menggunakan besi D13 dengan jumlah bagian atas 12 bagian bawah 12 dan bagian tengah/badan 8 tulangan geser menggunakan D13. Dari hasil perhitungan gaya-gaya dalam yang terjadi telah memenuhi syarat SNI-T-12-2004.