Skripsi
Pengembangan media pembelajaran berbasis mobile pada materi sistem operasi untuk siswa kelas X program keahlian teknik komputer dan jaringan SMK Negeri 3 Malang / Ahmad Rizqiyani Prihatmoko
Abstrak
ABSTRAK Prihatmoko Ahmad Rizqiyani. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Mobile Pada Mata Pelajaran Sistem Operasi Untuk Siswa Kelas X Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 3 Malang. Skripsi Jurusan Teknik Elektro Prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Negeri malang. Pembimbing (I) Didik Dwi Prasetya S.T. M.T. (II) I Made Wirawan S.T. S.S.T. MT. Kata Kunci Mobile Learning Android Sistem Operasi MISO. Kurikulum 2013 yang diterapkan di SMK Negeri 3 Malang dirasa belum maksimal karena kurangnya persiapan guru dalam menerapkan proses pembelajaran. Hal itu membuat siswa kesulitan menggali materi lebih dalam sehingga siswa kurang memahami materi yang disampaikan. Untuk itu dibutuhkan sebuah media pembelajaran yang dapat mendorong siswa untuk menggali informasi lebih dalam sekaligus menjadi sarana uji kemampuan siswa khususnya pada mata pelajaran Sistem Operasi. Salah satu media yang dapat menambah minat siswa dan dapat menjawab permasalahan tersebut adalah media berbasis mobile dengan uji coba pada perangkat bergerak Android yang diberi nama MISO. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan yang dikembangkan oleh Sugiyono (2009). Langkah-langkah model pengembangan Sugiyono (2009 298) adalah sebagai berikut (1) potensi dan masalah (2) pengumpulan data (3) desain produk (4) validasi desain (5) revisi desain (6) uji coba produk (7) revisi produk (8) uji coba pemakaian (9) revisi produk dan (10) produksi massal. Model pengembangan oleh Sugiyono digunakan atas dasar bahwa model pengembangan ini telah mencakup keseluruhan hal yang berkaitan dengan pengembangan untuk menghasilkan produk serta cenderung sederhana dan lengkap sehingga pengembang diberi kemungkinan untuk lebih leluasa dalam merancang dan membangun sebuah media pembelajaran berbasis mobile. MISO telah melalui serangkaian uji validasi untuk mengukur tingkat kualitas media. Hasil validasi dari ahli media memperoleh tingkat kelayakan sebesar 90 6% sedangkan ahli materi sebesar 92 2%. Uji coba kelompok kecil memperoleh tingkat kelayakan sebesar 83 6% dan hasil uji coba kelompok besar mendapatkan tingkat kelayakan sebesar 85 6%. Rata-rata tingkat kelayakan keseluruhan adalah 88%. Dari hasil uji coba dapat disimpulkan bahwa media berbasis mobile MISO secara keseluruhan dapat dinyatakan sangat valid dan dapat digunakan tanpa revisi.