Skripsi
Pengembangan media interaktif \"ular tangga wayang\" sebagai penanaman pendidikan karakter di Sekolah Dasar Negeri Pamaroh I Pamekasan / Wasil Anshory
Abstrak
ABSTRAK Anshory Wasil. 2015. Pengembangan Media Interaktif Ular Tangga Wayang Sebagai Penanaman Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Negeri Pamaroh I Pamekasan. Skripsi Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Hj. Purwatiningsih M.Pd (II) Drs. Andi Harisman. Kata Kunci pengembangan media pembelajaran permainan interaktif pendidikan karakter wayang pandawa lima. Dewasa ini budaya nusantara sudah mulai terlupakan oleh generasi penerus di Indonesia tak terkecuali sikap dan moral. Oleh karena itu media permainan interaktif ular tangga dijadikan pilihan oleh pengembang sebagai media pembelajaran penanaman pendidikan karakter dan penambah wawasan kesenian wayang khususnya untuk siswa SD Pamaroh I. Pengembangan media permainan interaktif ular tangga ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah media berupa permainan interaktif ular tangga untuk siswa SDN Pamaroh I Pamekasan tentang penanaman pendidikan karakter. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4D (Thiagarajan dkk 1974). Validasi media meliputi 1 ahli media dan 1 ahli materi. Uji coba produk meliputi siswa SDN Pamaroh I. Pengenalan pendidikan karakter menggunakan latar cerita Pandawa Lima dipaparkan dalam cerita fiktif berdasarkan karangan yang telah dimodifikasi. Isi materi di gambarkan dengan ilustrasi menarik disesuaikan dengan target. Spesifikasi media ini adalah print media dengan art paper ukuran A3 dilapisi dengan karton tebal menggunakan huruf Bazooka Bell MT BankGothic Md BT VNI-Slogan gaya gambar kartun naturalis pewarnaan menggunakan program Adobe Photoshop CS4. Media permainan interaktif ini mempunyai kelebihan dan kelemahan yaitu (1) dapat digunakan dimanapun (2) awet (3) bisa digunakan sebagai permainan sehari-hari (4) berisikan cerita yang menarik. Sedangkan kelemahan dari media ini adalah (1) tidak digunakan sebagai bahan pokok pelajaran namun hanya sebagai penunjang (2) bentuk visual statis tidak seperti animasi yang selalu bergerak dinamis sehingga membosankan (3) perbaikan dituntut reproduksi media baru sehingga membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit (4) kurang praktis dikarenakan media permainan ini membutuhkan alat pembantu tambahan seperti halnya kartu. Berdasarkan hasil validasi oleh ahli media diperoleh hasil 90 6% dengan kualifikasi sangat valid. Sedangkan hasil validasi oleh ahli materi diperoleh hasil 87 2% dengan kualifikasi sangat valid. Untuk hasil validasi audien (siswa) Sekolah Dasar Pamaroh I diperoleh hasil 88 18% dengan kualifikasi sangat valid. Hal ini menunjukan bahwa media ini sangat valid untuk digunakan sebagai media pembelajaran penanaman pendidikan karakter dan pengenalan kesenian wayang untuk siswa SDN Pamaroh I Pamekasan.