Skripsi
Pengaruh aktiva pajak tangguhan dan arus kas operasi terhadap manajemen laba / Indra Sulami
Abstrak
ABSTRAK Sulami Indra.Pengaruh Aktiva Pajak Tangguhan dan Arus Kas operasi terhadap Manajemen Laba. Skripsi Program Studi S1 Akuntansi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing(I) Dr. Nurika restuningdiah S.E. M.Si. Ak. Pembimbing (II) Diana Tien Irafahmi S.Pd. M.Ed. Kata Kunci Aktiva pajak tangguhan arus kas operasi dan manajemen laba. Manajemen laba merupakan tindakan manajemen untuk memanipulasi laba baik secara kuantitas ataupun secara kualitas. Manajemen laba dilakukan manajemen dengan beberapa motivasi seperti motivasi bonus dan pajak. Manajemen laba timbul akibat perbedaan kepentingan antara manajemen dan pemilik. Akibat adanya tindakan manajemen laba ini laba yang terkandung dalam laporan keuangan tidak persisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menuji pengaruh hubungan antara aktiva pajak tangguhan dan aruskas operasi terhadap manajemen laba yang dilakukan oleh perusahaan.Grand teorydari penelitian ini adalah teori keagenan. Manajemen laba diukur menggunakan conditional revenue. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari laporan keuangan yang telah diaudit pada perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2008-2012. Penentuan sample dilakukan dengan mengunakan metode purposive sampling. Ada 15perusahaan sample pada penelitian ini. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data regresi logistik. Hasil Penelitian ini menemukan bahwa aktiva pajak tangguhan dan arus kas operasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kemungkinan perusahaan melakukan manajemen laba.Hasil ini menunjukan bahwa aktiva pajak tangguhan dan arus kas operasi bukan merupakan penyebab perusahaan melakukan atau tidak melakukan manajemen laba. Hal ini terjadi karena adanya keterkaitan peraturan perpajakan dan aktiva pajak tangguhan manajemen tidak mau memanfaatkan celah PSAK 46 kemungkinan besar manajemen laba melalui aktiva pajak tangguhan dapat terdeteksi auditor internal dan kemungkinan manajemen lebih suka melakukan manajemen laba melalui akrual.