Skripsi
Strategi pengembangan sosial emosional di TK Satu Atap Rampal Celaket 2 Malang / Ryska Mey Dysmayanti
Abstrak
ABSTRAK Dysmayanti Ryska Mey. 2015. Strategi Pengembangan Sosial Emosional di TK Satu Atap Rampal Celaket 2 Malang. Skripsi Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Abdul Huda M.Pd (II) Dra. Harti Kartini M.Pd Kata kunci Strategi Pengembangan Sosial Emosional Masa kanak-kanak merupakan periode pembentukan watak kepribadian dan karakter agar anak memiliki kekuatan dan kemampuan dalam menjalani hidupnya. Sosial emosional merupakan salah satu aspek perkembangan yang berhubungan dengan watak kepribadian dan karakter. Orang tua dan guru sebagai pendidik di lingkungan rumah dan sekolah memiliki peran yang sama penting dalam mengembangkan sosial emosional sejak dini. Salah satu sekolah di Kota Malang yang telah mengembangkan sosial emosional adalah TK Satu Atap Rampal Celaket 2 Malang. Terlihat dari kebiasaan anak yang selalu membantu teman mau meminta maaf dan memaafkan dan mau berbagi dengan teman. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan beberapa strategi guru untuk mengembangkan sosial emosional dan kegiatan pembelajaran di TK Satu Atap Rampal Celaket 2 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi wawancara dan dokumen. Langkah selanjutnya dilakukan triangulasi teknik dan sumber. Kegiatan analisis data melalui tahap reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan beberapa strategi yang dilakukan guru dalam mengembangkan sosial emosional adalah dengan cara melakukan pembelajaran gabungan antara kelompok A dan kelompok B. Kegiatan yang dilakukan dengan mengajak anak bermain yang memerlukan kerjasama memotivasi anak memupuk rasa percaya diri dan memberikan pujian terhadap usaha anak. Strategi yang dilakukan guru tanpa disadari anak dapat membentuk karakter anak. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah strategi pengembangan sosial emosional melalui pengenalan konsep kakak dan adik memotivasi anak dan mengajarkan untuk menghargai orang lain melalui pembelajaran gabungan antara kelompok A dan B. Dengan demikian disarankan agar pengembangan sosial emosional dapat dikembangkan secara berkesinambungan. Hendaknya pihak sekolah terus menjalin komunikasi dengan orang tua anak sehingga pengembangan sosial emosional yang diterapkan di sekolah dapat diteruskan di rumah dan anak memiliki bekal dalam menjalani jenjang pendidikan selanjutnya.