Skripsi
Pemetaan peluang pembelajaran pada butik tempat praktik industri mahasiswa S1 dan D3 Tata Busana tahun 2015 / Nur Malita Sari
Abstrak
ABSTRAK Sari Nur Malita. 2015. Pemetaan Peluang Pembelajaran Pada Butik Tempat Praktik Industri Mahasiswa S1 dan D3 Tata Busana Tahun 2015. Skripsi Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Endang Prahastuti M. Pd (2) Dra. Hapsari Kusumawardani M. Pd. Kata kunci Pemetaan Butik Tempat praktik industri Setiap tahunnya banyak mahasiswa S1 dan D3 Tata Busana yang memilih melaksanakan praktik industri pada bidang usaha butik dikarenakan butik adalah usaha busana yang memproduksi busana secara eksklusif dan mahasiswa berharap mendapatkan tambahan ilmu yang lebih dibandingkan bidang usaha busana lain dan bermanfaat. Fakta di lapangan peluang yang terdapat pada industri tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemetaan peluang pembelajaran yang ada pada butik tempat praktik industri mahasiswa sesuai dengan kompetensi dasar yang dimiliki mahasiswa S1 dan D3 Tata Busana. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif karena mampu mengungkapkan pemetaan peluang pembelajaran yang ada pada butik tempat praktik industri. Butik yang dijadikan sumber data dalam penelitian ini terdapat lima butik yang berada di kota Malang yang sedang dijadikan tempat praktik industri mahasiswa S1 dan D3 Tata Busana yaitu Victory Istana Bordir Salon Boutique Value of Andy Sugix Iwan Bridal Salon Reve Couture dan Silla Moda. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah observasi wawancara dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan meningkatkan ketekunan triangulasi sumber data dan triangulasi teknik. Hasil analisis data yang ditemukan adalah (1) Desain meliputi gambar desain dan gambar pola mahasiswa yang mendapatkan peluang pembelajaran menggambar desain busana diperoleh mahasiswa yang sedang praktik industri pada Iwan Bridal Salon dan mahasiswa yang mendapatkan peluang pembelajaran membuat pola adalah mahasiswa yang yang praktik industri pada Victory Istana Bordir Salon Boutique dan Value of Andy Sugix (2) Persiapan bahan mahasiswa yang sedang melaksanakan praktik industri pada lima butik tidak mendapat peluang pembelajaran mempersiapkan bahan (3) Cutting mahasiswa yang melaksanakan praktik industri pada Victory Istana Bordir Salon Boutique Reve Couture Iwan Bridal Salon dan Value of Andy Sugix mendapat peluang pembelajaran memotong bahan (4) Sewing mahasiswa mendapat peluang pembelajaran menjahit pada lima butik tempat praktik industri (5) Finishing mahasiswa mendapat peluang pembelajaran finishing pada lima butik tempat praktik industri (6) Hiasan busana mahasiswa mendapat peluang pembelajaran menghias busana pada lima butik tempat praktik industri (7) Pressing mahasiswa mendapat peluang pembelajaran penyetrikaan pada lima butik tempat praktik industri (8) Aksesoris dan millineris mahasiswa yang sedang praktik industri pada Reve Couture dan Value of Andy Sugix mendapat peluang pembelajaran membuat aksesoris sedangkan untuk millineris tidak semua butik menyediakan kalaupun menyediakan pada umumnya memesan pada pihak lain (9) Quality Control mahasiswa tidak mendapat peluang pembelajaran quality control pada lima butik tempat praktik industri (10) Pemasaran mahasiswa yang melaksanakan praktik industri pada Value Of Andy Sugix dan Silla Moda mendapat peluang pembelajaran pemasaran berupa menemani konsumen melakukan fitting dengan ditemani pemilik butik dan (11) Perbaikan/reparasi mahasiswa yang mendapat peluang pembelajaran melakukan perbaikan pada busana yang melaksanakan praktik industri pada Silla Moda. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan saran yang dapat peneliti diberikan adalah memohon kebijakan kepada pemilik butik untuk memberikan peluang pembelajaran yang belum diberikan kepada mahasiswa untuk memberikan peluang pembelajaran kepada mahasiswa yang akan melaksanakan praktik industri kembali pada butik mereka dan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian serupa pada tempat praktik industri bidang busana yang lain seperti garmen konveksi dan Lembaga Pendidikan Luar Sekolah Bidang Busana (LPK).