Skripsi
Pengembangan modul pelatihan manajemen diri untuk meningkatkan keyakinan diri menghadapi ujian siswa SMP Negeri 2 Malang / Ria Elita Agustin
Abstrak
ABSTRAK Agustin Ria Elita. 2015. Pengembangan Modul Pelatihan Manajemen Diri untuk Meningkatkan Keyakinan Diri Menghadapi Ujian Siswa SMP Negeri 2 Malang.Skripsi Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Hj. Nur Hidayah M.Pd (II) Drs. Hariadi Kusumo M. Pd. Kata Kunci modul pelatihan manajemen diri keyakinan diri ujian matematika IPA bahasa indonesia Ujian adalah salah satu kegiatan belajar siswa berupa mengerjakan soal-soal berbagai matapelajaran dalam hal ini matapelajaran yang dimaksud yaitu matapelajaran Matematika IPA dan Bahasa Indonesia. Dalam melaksanakan ujian diperlukan keyakinan diri yang tinggi oleh siswa agar mencapai prestasi yang diharapkan. Keyakinan diri pada saat menghadapi ujian diukur dari tiga dimensi keyakinan diri meliputi keyakinan diri pada tingkat kesulitan menghadapi ujian keyakinan diri pada situasi berbeda saat menghadapi ujian dan kemantapan keyakinan keberhasilan saat menghadapi ujian. Tetapi tidak semua siswa memiliki keyakinan diri yang tinggi dalam menghadapi ujian. Untuk itu diperlukan latihan manajemen diri untuk meningkatkan keyakinan diri yang tinggi. Tujuan pengembangan adalah menghasilkan modul pelatihan manajemen diri untuk meningkatkan keyakinan menghadapi ujian Matematika IPA dan Bahasa Indonesia siswa SMP yang berterima dari aspek ketepatan kegunaan kemudahan dan kemenarikan. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini mengadaptasi model pengembangan Borg and Gall 1983 yang dimodifikasi menjadi 3 tahapan yaitu 1) prapengembangan 2) pengembangan produk 3) pascapengembangan (uji coba). Pengembangan menghasilkan produk modul pelatihan manajemen diri untuk konselor dan untuk siswa. Panduan modul untuk konselor berisi 4 bagian yaitu pendahuluan petunjuk penggunaan prosedur pelatihan manajemen diri dan evaluasi. Sedangkan modul untuk siswa hanya berbeda pada bagian evaluasi yang tidak disertakan. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil angket need assesment penilaian uji ahli dan calon penggguna produk dan hasil pretest-posttest skala keyakinan diri yang kemudian dianalisis dengan uji wilcoxon. Data kualitatif diperoleh dari kritik dan saran hasil uji ahli (BK dan media) calon pengguna produk (konselor dan siswa). Berdasarkan penilaian ahli BK ahli media dan calon pengguna produk modul yang dikembangankan oleh peneliti sangat tepat sangat berguna mudah dan sangat menarik. Berdasarkan hasil penelitian maka diajukan saran berupa (1) saran pemanfaatan a) konselor SMPN 2 Malang dapat menggunakan modul pelatihan manajemen diri dalam memberikan layanan BK dibidang belajar b) konselor dapat melaksanakan pelatihan bersama konselor lain apabila kegiatan dilakukan dalam kelompok besar (2) saran bagi peneliti selanjutnya yaitu perlu dilakukan uji efektivitas modul pelatihan dengan rancangan eksperimen menggunaan kelompok kontrol (pretest-postest control group design).