Tugas Akhir
Evaluasi saluran drainase di Desa Jasem Kabupaten Sidoarjo dengan menggunakan Enviromental Protection Agency Strom Water Management Model (EPA SWMM) 5.1 / Aziz Ari Prasetyo
Abstrak
ABSTRAK Prasetyo Azis Ari 2014. Evaluasi Saluran Drainase di Desa Jasem Kabupaten Sidoarjo dengan Menggunakan Enviromental Protection Agency Storm Water Management Model (EPA SWM) 5.1. Proyek Akhir D3 Teknik Sipil dan Bangunan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Pembimbing Nugroho Suryoputro S.T. M.T. Kata Kunci evaluasi saluran drainase model EPA SWMM 5.1. Ilmu drainase bermula tumbuh dari kemampuan manusia mengenali lembah-lembah sungai yang mampu mendukung kehidupannya. Dari siklus keberadaan air disuatu lokasi dimana manusia bermukim pada masa tertentu selalu terjadi keberadaan air secara berlebih sehingga mengganggu kehidupan manusia itu sendiri. Di beberapa tempat di Sidoarjo terdapat saluran air yang tidak berfungsi optimal ketika musim hujan. Salah satunya di Desa Jasem RT 3 RW 5 Kabupaten Sidoarjo yang memiliki saluran drainase tidak sempurna. Saat musim hujan air meluap ke pemukiman warga sehingga aktifitas warga terganggu. Hal ini di sebabkan karena saluran drainase tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan juga karena kapasitas saluran yang tidak dapat menampung aliran tambahan. Kapasitas saluran drainase yang kecil diprediksi sebagai faktor yang menyebabkan terjadinya genangan Tujuan evaluasi saluran drainase ini adalah mengetahui pemodelan jaringan drainase eksisting ke dalam model EPA SWMM 5.1 mengetahui debit maksimum saluran drainase sebelum dan sesudah adanya tambahan air dari daerah tangkapan lain dan merekomendasi upaya perbaikan saluran drainase berdasarkan hasil simulasi model. Untuk mengetahui kemampuan saluran drainase dilakukan studi evaluasi saluran drainase dengan software EPA SWMM 5.1. Model EPA SWMM 5.1 dapat menganalisis permasalahan kuantitas limpasan daerah perkotaan. SWMM dapat mengetahui kuantitas yang dihasilkan dalam setiap sub DAS debit air kedalaman aliran. dengan menggunakan EPA SWMM kondisi yang terjadi di lapangan dapat dimodelkan dengan memasukan parameter parameter yang tercatat pada kondisi di lapangan. Pengambilan data dilakukan untuk memperoleh data teknis yang meliputi panjang saluran dimensi saluran dan kemiringan saluran menggunakan metode pengamatan langsung di lapangan. Berdasarkan dari Output software SWMM 5.1 menghasilkan kesimpulan sebagai berikut (1) Hasil dari SWMM 5.1 bagian limpasan pada subcatchment yang paling besar adalah subcatchment 5 sebesar 13 83 mm untuk profil aliran yang paling tinggi adalah saluran conduit 27 sedangkan debit air paling tinggi adalah pada conduit 34. (2) saluran drainase pada conduit 27 hanya mampu menampung debit 0 0367 /detik sebelum adanya tambahan dari daerah lain sedangkan setelah adanya tambahan air pada conduit 27 debit air menjadi 0 059 /detik (3) bedasarkan hasil simulasi ulang diketahui perbaikan yang paling baik dilakukan adalah dengan memperdalam saluran C27 C28 C29 C34 dengan kedalaman awal sebelum perbaikan 0 40 m menjadi 0 80 m sedangkan perubahan elevasi pada saluran J27 J31 J28 J32 juga berubah dengan tambahan elevasi 0 40 m.