Skripsi
Pendidikan moral anak dalam keluarga single parent di Kelurahan Sekarputih Kecamatan Tegalampel Kabupaten Bondowoso / Septian Triyudana
Abstrak
ABSTRAK Triyudana Septian. 2015.Pendidikan Moral Anak Dalam Keluarga Single Paren Di Kelurahan Sekarputih Kecamatan Tegalampel Kabupaten Bondowoso. Skripsi Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Unversitas Negeri Malang. Pembimbing (1)Dr. Nur Wahyu Rochmadi M.Pd M.Si (2)Siti Awaliyah S.H M.Hum Kata kunci Pendidikan Moral Remaja Keluarga Single Parent Moralitas orang tua dalam keluarga itu menjadi salah satu contoh pendidikan moral yang diajarkan orangtua pada anak karena anak akan secara alami menyerap apa yang dilakukan orang tua. Pendidikan moral tersebut dikatakan pendidikan non formal tetapi akan sangat membekas pada diri anak. maka sangat sulit ketika orangtua harus mendidik anak sendirian karena memaksa orangtua tunggal (single parent) harus berperan ganda dalam keluarga untuk sang anak. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti ingin mengetahui lebih dalam bagaimana pendidikan moral anak dalam keluarga single parent faktor apa yang mendukung dan menghambat single parent untuk mendidik moral anak Setelah dilakukanya penelitian secara mendalam diharapkan penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran tentang pendidikan moral anak dalam keluarga single parent faktor yangmendukung dan menghambat single parent untuk mendidik moral anak. Pendidikan moral anak menggunakan metode yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan mulai bulan Februari 2013 sampai dengan April 2014 di Kelurahan Sekarputih Kecamatan Tegalampel Kabupaten Bondowoso. Responden adalah single parent berjumlah 4 orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan interview (wawancara) kemudian data di transkrip menjadi data yang lengkap. Hasil penelitian menunjukkan keluarga single parent memberikan pendidikan moral dalam keluarganya dengan menggunakan metode teladan pembiasaan diri dan pengalaman nasihat dan hukuman. Faktor penghambat pendidikan moral dalam keluarga single parent karena rendahnya pendidikan agama ekonomi kurangnya waktu. Faktor pendukung melalui membatasi kebebasan terhadap anak membiasakan anaknya ngaji mengontrol perilaku anak memilih teman pergaulan memberi nasehat teguran menitipkan ke orang tua atau saudara melibatkan anak ke dalam keluarga. Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti dalam melakukan penelitian menggunakan pendekatatan kualitatif deskriptif dan jenis penelitiannya studi kasus informan dalam penelitian ini yaitu masyarakat Kelurahan Sekarputih yang berstatus Single Paret. Prosedur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan cara pengumpulan data reduksi data display data dan kesimpulan/verifikasi. Untuk menjamin keabsahan yang diperoleh peneliti melakukan (a) uji kredibilitas yaitu dengan cara perpanjangan pengamatan peningkatan ketekunan dalam penelitian dan triangulasi. Berdasarkan analisis tersebut diperoleh kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut Pertama Pendidikan moral anak dalam keluarga single parent ialah (a) dalam mendidik anak cukup dengan mengawasi dan mengontrol pergaulananak (b) jika anak melakukan kesalahan maka tidak perlu menghukum dengan tindakan kekerasan (c) memberikan kebebasan kepada anak untuk melakukan hal yang diinginkan selama itu positif (d) memberikan kebebasan terhadap anak untuk bergaul tetapi tetap terkontrol juga dibekali nasihat-nasihat yang membantu dalam pendidikan moralnya untuk bisabersosialisasi dengan masyarakat (e) dengan menanamkan sikap sopan santun dan memberikan sanksi yang mendidik ketika anak melakukan kesalahan. Kedua Faktor yang pendukung dan penghambat single parent untuk mendidik moral remaja 1) faktor pendukung single parent untuk mendidik moral anak yaitu (a) keterlibatan keluarga dekat untuk turut serta memberikan nasehat (b) mengarahkan dan mengontrol perilaku anak kesediaan sang anak untuk diarahkan padahal-hal yang positif (c) lingkungan sekitar yang kondusif untuk membentuk moral anak. 2) Faktor penghambatnya yaitu (a) kendala internal. Kendala internal bersumber dari dalam diri pribadi anak. Kendala-kendala itu dapat berupa anak malas untuk belajar keinginan bermain yangberlebihan sikap tidak mau dididik atau sikap melawan (b) kendala eksternal bersumber dari luar diri anak. Kendala-kendala itu dapat berupa perilaku orang tua yang terlalu keras terlalu otoriter terlalu memanjakan terlalu lemah dalam hal agama terlalu egois terlalu pesimis terlalu banyak aturan dan permintaan hubungan yang kurang harmonis dengan anak lemahnya ekonomi dalam keluarga. Berikut ini saran yang berikan peneliti setelah melakukan penelitian dan pembahasanyang telah diuraikan pada bab sebelumnya (1) Bagi orang tua dalam memberikan strategi atau metode pendidikan akhlak dalam keluarga hendaknya diimbangi dengan teladan dari orang tua orang tua tidak hanya menyuruh akan tetapi juga harus senantiasa menampilkan keteladanan kepada anak (2) Bagi Responden harus senantiasa mencoba untuk membimbing dan mengarahkanan anakya karena tujuan orang tua memberikan pendidikan moral dengan berbagai cara kepada keluarganya dengan alasan agar anak dapat menjadi lebih baik (3) bagi masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat masyarakat sekitar hendaknya ikut membantu dalam memberikan pendidikan moral agar terbentuk generasi yang bermoral maupun berakhlaq mulia dalam segala hal. Pelaksanaan pendidikan moral dalam keluarga sangat penting jadi diharapkan walaupun orang tua sibuk tetap memiliki waktu yang khusus untuk pendekatan diris ecara emosional pada anak (4) saran kepada peneliti lain yang hendak meneliti obyek yang sama yaitu pendidikan moral dalam keluarga single parent supaya mengambil tema yang lain agar lebih inovatif sekaligus menambah khasanah wawasan dan pengetahuan bagi masyarakat (5) bagi mahasiswa jurusan Hukum dan Kewarganegaraan penelitian ini diharapkan bias member inspirasi kepada para calon peneliti lain untuk mengadakan penelitian dibidang politik (6) bagi mahasiswa jurusan Hukum dan Kewarganegaraan penelitian ini diharapkan bisa memberi tambahan pengetahuan informasi dan referensi kepada seluruh warga jurusan Hukum dan Kewarganegaraan khususnya mahasiswa Hukum dan Kewarganegaraan.