Skripsi
Struktur komunitas dan satatus perlindungan burung pada kawasan Arboretum Sumber Brantas, Batu / Wely Ella Sandika
Abstrak
ABSTRAK Sandika Wely Ella. 2014. Struktur Komunitas dan Status Perlindungan Burung di Arboretum Sumber Brantas Batu. Skripsi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Sofia Ery Rahayu S.Pd. M.Si. (2) Drs. H. Agus Dharmawan M.Si. Kata kunci Struktur Komunitas Status Perlindungan Arboretum Sumber Brantas Arboretum Sumber Brantas merupakan daerah suaka alam dalam wilayah tata pengairan Sungai Brantas. Jumlah pohon yang telah ditanam di Arboretum sampai saat ini terdapat kurang lebih 3.200 pohon. Kekayaan fauna di kawasan tersebut belum banyak diteliti khususnya kekayaan spesies burungnya. Burung berperan penting dalam ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui spesies burung apa saja yang dapat ditemukan (2) hubungan titik dan waktu pengambilan data terhadap jumlah kehadiran burung (3) faktor abiotik yang paling berpengaruh (4) struktur komunitas burung (5) status burung yang ditemukan di kawasan Arboretum Sumber Brantas. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif dilaksanakan pada bulan Juni 2013. Lokasi penelitian di kawasan Arboretum Sumber Brantas Batu dengan lokasi pengamatan sebanyak 5 titik menggunakan metode point count. Pengamatan dilaksanakan pada pagi siang dan sore. Parameter yang diamati yaitu spesies burung jumlah masing-masing spesies dan kehadiran masing masing burung serta faktor abiotik meliputi suhu udara kelembaban udara dan kecepatan angin. Data jumlah kehadiran burung dianalisis menggunakan SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ditemukan 28 spesies burung yang terdiri dari 20 famili. (2) Ada beda nyata antara titik dengan jumlah kehadiran burung dan ada beda nyata antara waktu dengan jumlah kehadiran burung. (3) faktor abiotik yang paling berhubungan dengan jumlah kehadiran burung adalah kelembaban udara pada waktu sore hari. Semakin tinggi kelembaban udaranya semakin sedikit jumlah kehadiran burung. (4) Spesies dengan hasil INP tertinggi adalah Wallet linchi (Collocalia linchi). (5) Spesies yang teramati dengan status dilindungi berdasarkan PP RI No.7 tahun 1999 sebanyak 4 spesies. Sedangkan menurut IUCN Red list semua spesies yang teramati termasuk kedalam kriteria Least Concern (beresiko rendah).