Skripsi
Pengembangan media video pembelajaran prosedur perekaman RKG (electrocardiogram) untuk mahasiswa DIII Keperawatan Poltekkes Kemenkes Malang / Robby Azhar Basrowi
Abstrak
ABSTRAK Basrowi Robby Azhar. 2015. Pengembangan Media Video Pembelajaran Prosedur Perekaman EKG (electrocardiogram) untuk Mahasiswa D III Keperawatan Poltekkes Kemenkes Malang. Skripsi Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Sulthoni M.Pd (2) Dr. Agus Wedi M.Pd. Kata Kunci Video Pembelajaran Prosedur Perekaman EKG (electrocardiogram) Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan dan dimanfaatkan dalam proses pembelajaran di Poltekkes Kemenkes MalangBerdasarkan hasil pengalaman Lapangan kerja (PPL) dan penelitian awal kegiatan belajar mengajar Prodi D III Keperawatan Poltekkes Kemenkes Malang terutama mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah masih bersifat tradisional. Selainitu kurangnyakeinginandosenuntukmemanfaatkan media ketikamenyampaikanmaterikepadamahasiswa meskipunterdapatberbagaifasilitas yang mendukungdalampenggunaan media.Kurangnyakreatifitasdosendalammenyampaikanmaterikepadamahasiswadapatmenghambatketercapaianbelajarmahasiswa.Olehkarenaitu pengembangmembuatalternatifpilihan media pembelajaranmelaluipengembangan menggunakan video pembelajaran yaitu dengan mengembangkan Media Video Pembelajaran Prosedur Perekaman EKG (electrocardiogram) untuk Mahasiswa D III Keperawatan Poltekkes Kemenkes Malang sehingga diharapkan dapat meningkatkan ke efektifan proses pembelajaran di kelas. Tujuan pengembangan media video pembelajaran adalah untuk menghasilkanmedia video pembelajaran Prosedur Perekaman EKG (electrocardiogram) yang valid dan efektif pada mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah di Prodi D III Keperawatan Poltekkes Kemenkes Malang. Berdasarkan modifikasi dari modelpengembanganSadiman(2010) yang melandasipengembangan media video pembelajaran Prosesedur Perekaman EKG (electrocardiogram)yaitu (1) Analisis kebutuhan mahasiswa D III Keperawatan (2) Perumusan tujuan Instruksional (instructional Objective) dengan operasional dan khas (3) Pengembangan materi pembelajaran (4) Pengembangan alat pengukur keberhasilan (evaluasi) (5) Penyusunan naskah (6) Penyusunan petunjuk pemanfaatan (7) Produksi (8) Validasi (9) Revisi dan penyempurnaan. Dari hasil validasi dalam bentuk angket oleh 2 ahli media 2 ahli materi dan juga audiens didapat hasil penilaian ahli media sebesar 86% (valid) ahli materi 89% (valid) dan audiens 84% (valid) dan nilai peserta didik secara keseluruhan dinyatakan tuntas ( Standart Kompetensi Minimal) yang mencapai 100% sehingga media video pembelajaran dinyatakan efektif dan dapat digunakan dalam pembelajaran. Adapun perbaikan yaitu lebih mengoptimalkan kejernihan suara pengambilan gambar agar lebih bervariasi pada media video pembelajaran. Saran yang diajukan sebagai berikut (1) Bagi Dosen Keperawatan Medikal Bedah agar media pembelajaran dengan menggunakan media video ini bisa diterapkan dalam mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah untuk memberikan variasi belajar pada mahasiswa Keperawatan (2) Bagi Mahasiswa diusahakan mempelajari secara terstruktur dan sesuai dengan urutan materi yang disampaikan (3) Pengembang Berikutnya agar dapatmembuatprodukdenganpokokbahasanlainnya atau dengan cakupan materi yang lebih luas.