Skripsi
Analisis variasi bahan pengikat terhadap hasil coran, kekuatan tarik, dan kekerasan pada logam aluminium / Royan Wicaksono
Abstrak
ABSTRAK Wicaksono Royan. 2015. Analisis Variasi Bahan Pengikat terhadap Hasil Coran Kekuatan Tarik dan Kekerasan pada Logam Aluminium. Skripsi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Tuwoso M.P. (II) Drs. H. Putut Murdanto S.T. M.T. Kata kunci pengecoran bahan pengikat hasil coran kekerasan uji tarik Pengecoran logam adalah salah satu cara membuat sebuah produk dengan cara mencairkan logam kemudian dituang ke dalam cetakan. Dalam pengecoran ada beberapa jenis cetakan yaitu cetakan pasir high preasure dess casting (HPDC) sentrifugal dan lain-lain. Dalam pengecoran menggunakan cetakan pasir biasanya ditambahkan bahan-bahan pengikat khusus seperti tanah liat bentonit air kaca semen resin furan resin fenol atau minyak pengering dan lain sebagainya. Disini peneliti memfokuskan menggunakan bahan pengikat tanah liat 12% bentonit 12% dan resin 12%. Selain itu peneliti menggunakan logam aluminium karena pada komponen kendaraan bermotor logam aluminium banyak sekali digunakan. Dari perbedaan pengikat ini peneliti ingin mengetahui apakah ada perbedaan sifat mekanis hasil coran. Maka tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah ingin mengetahui cacat hasil coran besar kekuatan tarik dan nilai kekerasan dari variasi bahan pengikat pada logam aluminium. Metode penelitian ini menggunakan metode pre-experimental dengan menggunakan model one-shot case study. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskripif. Pertama menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk hasil uji tarik dan kekerasan. Kedua analisis deskriptif kualitatif untuk pengamatan hasil coran pada logam aluminium. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil coran terbaik yaitu hasil coran dengan menggunakan variasi bahan pengikat resin 12%. Nilai uji tarik tertinggi adalah hasil coran dengan menggunakan variasi bahan pengikat tanah liat 12% yaitu 212 621 MPa di bawahnya 190 255 MPa yaitu variasi bahan pengikat resin 12% sedangkan uji tarik terendah adalah variasi bahan pengikat dengan menggunakan bentonit 12% sebesar 189 078 MPa. Kekerasan tertinggi adalah hasil coran dengan menggunakan variasi pengikat resin 12% yaitu 316 7 HV di bawahnya 311 4 HV yaitu variasi dengan menggunakan bahan pengikat bentonit 12% sedangkan kekerasan terendah adalah variasi bahan pengikat dengan menggunakan tanah liat 12% sebesar 249 7 HV.