UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Pengaruh lama milling terhadap suseptibilitas magnetik dan morfologi toner berbahan baku abu ringan (fly ash), karbon dan polimer / Agus Sugiyanto

Sugiyanto, Agus - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Sugiyanto Agus. 2013. Pengaruh Lama Milling Terhadap Suseptibilitas magnetik dan Morfologi Toner Berbahan Baku Abu Ringan (Fly ash ) Karbon dan Polimer. Skripsi Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Siti Zulaikah M.Si (II) Nandang Mufti M.T Ph.D Kata kunci Waktu Milling Suseptibilitas Magnetik Morfologi Dalam satu dekade terakhir penelitian tentang toner menjadi satu bahasan yang menarik perhatian para peneliti di Indonesia. Penelitian mengenai toner pada umumnya menguji sifat magnetik dan uji kualitasnya. Selain itu pemanfaatan bahan alam untuk pembuatan toner juga banyak dilakukan. Salah satunya adalah pembuatan toner bahan baku fly ash dicampur dengan karbon dan polimer pencampuran tersebut menggunakan beberapa variasi komposisi agar mendapatkan hasil yang lebih baik. Adanya variasi bahan baru pada campuran tersebut maka dibutuhkan penelitian mengenai sifat toner tersebut. Sifat toner yang sangat penting adalah sifat magnetiknya karena sangat penting untuk kualitas percetakan. Uji sifat magnetik yang sering dilakukan adalah uji suseptibilitas magnetik ini suseptibilitas ini sendiri dipengaruhi oleh ukuran bulir bulir magnetik yang terkandung pada bahan. Metode pencampuran dan penggerusan toner ini menggunakan alat ball mill dengan metode ini diharapkan bisa digunakan untuk memvariasikan ukuran bulir dengan cara variasi lama milling. Lama milling berbanding terbalik dengan nilai suseptibilitas yang dihasilkan pada toner buatan. Waktu milling juga mempengaruhi morfologi pada toner buatan. Ukuran bulir cenderung mengecil seiring bertambahnya lama milling. Sedangkan variasi komposisi yang dilakukan pada toner buatan juga berpengaruh terhadap sifat magnetik pada toner komposisi polimer fly ash dan karbon (50 30 20) dengan kandungan Fe sebesar 49 8% memiliki nilai suseptibbilitas magnetik lebih besar daripada toner komposisi polimer fly ash dan karbon (60 20 20) yang memiliki kandungan Fe sebesar 44 4%. Semakin lama milling juga dapat membuat campuran bahan semakin homogen dan ukuran bulirnya semakin kecil.


Informasi Detail
DDC
Rs 686.4 SUG p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Fisika, 2013.
Deskripsi Fisik
vii, 52 lembar: il., tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
04949/KI/15
Edisi
Skripsi (Sarjana)-- Universitas Negeri Malang, 2013
Subjek
1. FOTO COPY - SERBUK MAGNETIG
2. PHOTO COPYING - TONER

Pembimbing
1. Siti Zubaidah ; 2. Nandang Mufti
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik