Disertasi
Pengembangan bahan ajar sains SD dengan menggunakan model elaborasi / Siswanto
Abstrak
ABSTRAK Siswanto 2015. Pengembangan Bahan Ajar Sains Dengan Menggunakan Model Elaborasi Disertasi. Jurusan Teknologi Pembelajaran Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Punaji Setyosari M.Pd. Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng (II) Prof. Dr. I Wayan Ardhana M.A. (III) Kata kunci bahan ajar Sains sekolah dasar model elaborasi. Sains. Pengembangan bahan ajar merupakan suatu proses yang sistematis dalam mengidentifikasi mengembangkan dan mengevaluasi isi dan strategi pembelajaran yang diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien. Pengembangan ini dilaksanakan untuk mengembangkan tingkat keefektifan pembelajaran tingkat efesiensi pembelajaran dan tingkat daya tarik pembelajaran. Dengan berpijak pada anologi tentang prinsip-prinsip yang mendasari maka langkah pengorganisasian pembelajaran dengan menggunakan model elaborasi tadalah (1) penyajian kerangka isi (2) elaborasi tahap pertama (1) (3) pemberian rangkuman dan pensintesis eksternal (4) elaborasi tahap ke dua (2) (5) pemberian rangkuman dan pensintesis eksternal (6) setelah semua elaborasi tahap kedua (2) disajikan disintesiskan dan diintegrasikan kedalam kerangka isi pola ini akan berulang kembali untuk elaborasi tahap ketiga dan seterusnya dan (7) pada tahap akhir pembelajaran disajikan kembali kerangka isi untuk mensintesiskan keseluruhan isi bidang studi yang telah diajarkan. Tujuan pengembangan ini adalah (1) menghasilkan desain bahan ajar pembelajaran dengan menggunakan teori elaborasi (2) bahan ajar lebih memperhatikan struktur isi materi yang lebih bermakna (3) memudahkan dan mengoptimalkan pebelajar dalam proses belajar dan pembelajaran (4) mampu meningkatkan prestasi belajar dan retensi (ingatan) pebelajar dan menjadikan belajar mereka lebih efisien.Pengembangan ini adalah pengembangan dengan jenis data kuantitatif dan jenis data kuantitatif untuk menjawab tingkat keefektifan pembelajaran efesiensi pembelajaran dam daya tarik pembelajaran. Teknik analisis kualitatif digunakan untuk menganalisis data berupa angket tanggapan/penilaian berupa saran dan komentar dari (1) hasil para ahli yakni ahli isi bidang studi ahli desain pembelajaran dan ahli media pembelajaran (2) hasil dari uji coba perorangan uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan (3) hasil tanggapan guru matapelajaran Bidang Studi Sains dengan menggunakan rumus presentase. Sedangkan teknis analisis deskriptif kuantitatif digunakan untuk menganalisis data hasil tes awal dan tes akhir dari pebelajar siswa kelas V semester II SDN Talangsuko 01 dan SDN Talangsuko 03 dengan menggunakan rumus uji t berpasangan. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa secara umum penyajian data uji coba dan analisa data tentang aseptabilitas produk bahan ajar Bidang Studi Sains pada tahap uji coba dalam tabel 4.4 diperoleh data kualitatif yang dihimpun melalui angket dengan persentase 77%. Kemudian dari hasil uji coba kelompok kecil diperoleh data kualitatif yang dihimpun melalui angket dengan presentase 82 6%. Penilaian pebelajar pada uji coba lapangan secara keseluruhan urutan komponen lebih meningkatkan hasil yakni 83 4%.Begitu juga pada hasil tes awal dan hasil tes akhir memberikan hasil yang sangat berbeda yakni signifikan dk N 1 30 1 29. Nilai kritis untuk t dalam dk 29 pada tingkat kepercayaan (atau 945 ) 0 05 2 045 dan 0 01 2 756. Hasil t sebesar -9 1350 2 045 atau -9 1350 2 756 sehingga signifikan baik pada a 0 05 dan a 0 01 (uji dua sisi). Sehingga dalam interpretasi tes awal sebelum mengikuti pembelajaran amat berbeda dengan tes akhir setelah pembelajaran pada matapelajaran Bidang Studi Sains. Atau sebelum tes awal 8800 setelah tes akhir pada tingkat kepercayaan 0 05. Artinya hasil test akhir lebih besar dari test awal