Skripsi
Proses berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah open-ended materi bilangan / Andri Yupita
Abstrak
ABSTRAK Yupita Andri. 2015. Proses BerpikirKreatifSiswadalamMenyelesaikanMasalah Open-Ended MateriBilangan. Skripsi Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Maematika dan Ilmu Pendidikan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing(I) Dr. EdyBambangIrawan M.Pd. Kata Kunci Proses BerpikirKreatif. Bilanganmerupakansalahsatumaterimatematika yang dipelajari di sekolah. Ketika mempelajari materi bilangan keterampilan dalam menggunakan operasi secara tepat penting untuk dilatih. Hal itu disebabkan karena banyak permasalahan sehari-hari yang melibatkan bilangan beserta operasi-operasi pada bilangan misalnya pada kegiatan jual beli.Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa siswa sering diberi soal-soal yang dapat diselesaikan secara langsung dengan satu jawaban benar. Akibatnya ketika siswa diminta untuk membuat soal yang memenuhi kriteria tertentu siswa kurang berkreasi dalam membuat soal tersebut. Masalah-masalah pada materi Bilangan dapat dikembangkan dengan memberikan masalah open-ended yaitumasalah yang memiliki jawaban benar atau cara penyelesaian benar lebih dari satu.Dengan pemberian masalah-masalah open-ended maka kemampuan berpikir kreatif siswa dapat dikembangkan . Dengan kemampuan berpikir kreatif seseorang mampu menghadapi masalah yang dihadapi di masa depan. Dengan mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa maka dapat diketahui proses berpikir kreatif siswa sehingga diharapkan siswa terbiasa untuk berpikir secara kreatif dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah open-ended pada materi Bilangan.Penelitianinimerupakanpenelitiandeskriptif.Data yang dikumpulkan meliputi data hasiltesdandata hasil wawancara. Berdasarkananalisis data yang dilakukan diperolehkesimpulansebagaiberikut.Padatahappersiapan sebagianbesarsiswadapatmengaitkanpengetahuan yang dimilikidaninformasidalamsoaluntukmenyelesaikansoal yang diberikan.Pengetahuan yang dikaitkanantarasiswasatudengansiswa yang lain cenderungsama. Namundemikian terdapatsiswa yang mengaitkanpengetahuantentanghimpunandanfaktordarisuatubilanganuntukmenyelesaikansoal yang diberikan. Hal tersebuttidakdilakukanolehsiswa lain.Padatahapinkubasi siswadarisetiapkategoritingkatberpikirkreatifberhentisejenaksetelahmembacasoal yang diberikan.Merekamemikirkancara yang mungkindigunakanuntukmenyelesaikansoal yang diberikan. Tidakadahal yang unikpadatahapinkubasi.Padatahapiluminasi siswadarisetiapkategoritingkatberpikirkreatifdapatmenuliskanjawabanlebihdarisatu tetapijawaban yang dituliskanmerupakanjawaban yang umumdigunakanolehsiswakelas VII-G.Tahapiluminasitampakketikasiswamenyelesaikansoalnomor 3.Dalammenyelesaikansoalnomor 3 terdapatsiswa yang tidakhanyamenjawabsoalyang diberikantetapijugamemberisolusiterhadapmasalah yang terdapatpadasoal. Hal itutidakdilakukanolehsiswakelas VII-G yang lain. Tahapiluminasijugatampakketikasiswamenyelesaikansoalnomor 2.Dari 29 siswa terdapattigasiswa yang dapatmenyelesaikansoalnomor 2 sesuaidenganperintah.Ketigasiswatersebutmenuliskanjawaban yang berbeda.Bahkan duasiswadiantaranyamampumenemukanpolauntukmenyelesaikansoal yang diberikan.Padatahapverifikasi kesadaransiswauntukmemeriksakembalijawaban yang diberikantidaktampak.Siswadarisetiapkategoritingkatberpikirkreatiftidakmemeriksasetiapjawaban yang ditulismelainkanhanyamemeriksasebagianjawaban yang ditulis.