Skripsi
Non English Departemen students\' preferences in the use pf English on social media / Yuslina Chandra Dewi
Abstrak
ABSTRAK Dewi Yuslina Chandra. 2014. Non English Department Students Preferences In The Use Of English On Social Media. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Evynurul Laily Zen S.S M.A. Kata Kunci pilihan bergengsi sosial media mahasiswa bukan jurusan Sastra Inggris. Komunikasi mempunyai peranan vital di era global saat ini mencakup hubungan bisnis pendidikan maupun masalah pribadi. Perkembangannya banyak dipengaruhi oleh media komunikasi yang mana keberadaanya sangat membantu dalam hal penghematan biaya dan waktu. Komunikasi juga mungkin terjadi menggunakan internet. Komunikasi online merupakan salah satu media komunikasi terbaik saat ini. Rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah mengenai banyaknya mahasiswa bukan jurusan Sastra Inggris yang menggunakan Bahasa Inggris di sosial media dan alasan penggunaan Bahasa Inggris di sosial media yang pada akhirnya mempengaruhi nama baik Bahasa Inggris. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data primer berasal dari kuesioner yang disebar secara acak kepada mahasiswa bukan jurusan Sastra Inggris sebagai populasi dari penelitian ini. Terdapat 11 pertanyaan inti dalam kuesioner yang pada akhirnya mengacu pada hasil akhir berupa pilihan dalam penggunaan Bahasa Inggris. Terdapat dua hasil penelitian dalam karya ilmiah ini (1) banyaknya mahasiswa bukan jurusan Sastra Inggris yang menggunakan Bahasa Inggris di sosial media (2) alasan penggunaan Bahasa Inggris sebagai alat komunikasi di sosial media. Hasil penelitian tersebut dianalisa secara manual berdasarkan persentase dari setiap pertanyaan dikuesioner. Peneliti mengumpulkan 225 kuesioner yang disebarkan secara acak kepada mahasiswa bukan jurusan Sastra Inggris yang mempunyai latar belakang pendidikan yang berbeda. Selain itu sebanyak 95 1% responden menyatakan bahwa Bahasa Inggris ada pilihan bahasa selain Bahasa Indonesia yang biasa digunakan di sosial media. Sebanyak 55 6% responden menegaskan bahwa mereka sering menggunakan Bahasa Inggris di sosial media sedangkan 44 4% responden menyatakan sebaliknya. Bisa disimpulkan bahwa responden pada umumnya telah belajar Bahasa Inggris sejak anak-anak yang sehingga mereka cukup menguasai penggunaannya. Fakta ini juga meyebabkan Bahasa Inggris sebagai bahasa yang sering digunakan di sosial media sebagai alat berkomunikasi bukan hanya dengan orang asing tapi juga dengan keluarga dan teman. Selain itu penggunaan sosial media sudah menjadi gaya hidup sehingga kebanyakan responden mempunyai lebih dari dua aplikasi sosial media di telepon selular mereka. Responden juga ditanyai mengenai perasaan setelah menggunakan Bahasa Inggris di sosial media. Jawaban dari responden dikategorikan dalam 6 perasaan yang paling banyak dipilih yaitu 59 responden (26 2%) merasa keren ketika menggunakan Bahasa Inggris 28 responden (12 4%) merasa pintar 15 responden (6 7%) merasa bangga 28 responden (12 4%) merasa unik 13 responden (5 8%) merasa puas ketika menggunakan Bahasa Inggris 14 responden (6 2%) merasa senang dan 20 responden (8 9%) merasa biasa-biasa saja. Sebanyak 179 responden (79 6%) setuju apabila belajar Bahasa Inggris membawa pengaruh baik. Sebagaimana 103 responden (45 8%) menyatakan bahwa sosial media merupakan tempat yang sesuai untuk belajar dan mempraktekkan Bahasa Inggris dan 35 responden (15 6%) setuju jikalau penggunaan Bahasa inggris di sosial media membantu mereka untuk semakin kreatif dalam pemilihan kata dan diksi. Kebanyakan responden juga menjelaskan bahwa penggunaan Bahasa Inggris di sosial media memberikan banyak manfaat seperti halnya untuk menjalin persahabatan menambah pengetahuan membuat semakin kreatif dan juga sosial media adalah tempat yang tepat untuk belajar Bahasa Inggris. Responden juga merasa bahwa lebih mudah mengungkapkan perasaan menggunakan Bahasa Inggris daripada Bahasa Indonesia. Setelah menggunakan Bahasa Inggris di sosial media responden juga merasa senang bangga keren puas dan juga pintar. Hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Bahasa Inggris di sosial media lebih dminatii daripada Bahasa Indonesia. Kecenderungan ini membuat Bahasa Inggris lebih bergengsi. Hasil dari penelitian ini diharapkan berguna bagi mereka yang tertarik mendalami sosiolinguistik dan penggunaannya.