Skripsi
Tradisi merarik di wilayah adat Sasak kaitanya dengan anak putus sekolah Dikdas sembilan tahun di Desa Rembitan / Fathur Rahman
Abstrak
ABSTRAK Rahman Fathur. TradisiMerarik Di Wilayah AdatSasakKaitannyaDenganAnakPutusSekolahDikdas Sembilan Tahun Di DesaRembitan. Skripsi Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Ach. Fatchan M.Pd M.P. (II) Drs. Soetjipto TH SH M.Pd. Kata kunci TradisiMerarik AdatSasak PutusSekolah. Masyarakat Suku Sasak merupakan masyarakat yang tumbuh dan berkembang dengan berbagai macam tradisi yang sampai saat ini masih terus dijalani. Tradisi masyarakat Sasak di Lombok sangat menonjol dan sering menjadi obyek yang menarik untuk diteliti baik itu oleh para pemerhati budaya atau oleh para akademisi adalah dalam sistem perkawinannya. Karena perkawinan adat Sasak dianggap sebagai perkawinan yang unik karenasistemnyamencuriatausering di sebutdengankawinlari.maka perlu dilakukan penelitian tentang TradisiMerarik Di Wilayah AdatSasakKaitannyaDenganAnakPutusSekolahDikdas Sembilan Tahun Di DesaRembitan Penelitian ini bertujuan menjelaskan(1) Proses tradisimerarik. (2) tradisimerarikkaitnnyadengananakputussekolah. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif denganpendekatanstudikasus. Lokasipenelitianberada di DesaRembitan.Subjek yang ditelitiyaitutokohmasyarakat tokohadat dansiswa yang putussekolahkarenamerarik(kawin) yang adadi DesaRembitan.Teknikpengumpulan data denganteknik(Snowball Technique).Sedangkancaramemperoleh data (1) observasi (2) wawancara (3) dokumentasi.Dilakukan upayapengecekankeabsahan data seperti triangulasi data Member check. Teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan modelinteraktif. Hasilpenelitianiniakandapatmenjawabpermasalahan yang di tuangkandalamruusanmasalah. Secaraumumperkawinan merupakan satu siklus hidup yang kaya akan makna dan biasa dirayakan oleh hampir seluruh umat manusia tak terkecuali juga di wilayah-wilayah Nusantara. Proses menjelang berlangsungnya upacara akad nikah itu sendiri. Adakalanya untuk beberapa kebudayaan terutama di wilayah Nusantara proses menuju terlaksananya sebuah perkawinan tidaklah sedatar yang dibayangkan melainkan harus melewati beberapa tahapan yang begitu rumit namun sarat akan makna filosofis berdasarkan kearifan lokal dari daerah masing-masing. Salah satu adat menjelang berlangsungnya prosesi pernikahan yang sangat unik dan sarat akan makna adalah adat yang terdapat dalam budaya suku Sasak. Dalam budaya suku sasak salahsatubentukpernikahan dilaksanakan dengan cara melarikan si calon istri oleh calon suami yang disebut dengan istilah merarik.Dalam melarikan calon istri oleh calon suami ini dilakukan berdasarkan aturan main yang yang telah disepakati bersama melalui lembaga adat. Mungkin inilah satu-satunya penculikan di dunia yang dilegalkan dan harus patuh pada aturan main.Secara terminologis merarik mengandung dua arti. Pertama lari. Ini adalah arti yang sebenarnya. Kedua keseluruhan pelaksanaan perkawinan menurut adat Sasak. Pelarian merupakan tindakan nyata untuk membebaskan gadis dari ikatan orang tua serta keluarganya.Dalam proses perkawinan adat Sasak tersebut ada beberapa tahapan-tahapan yang harus dilakukan oleh kedua belah pihak.Adapun tahapan-tahapan tersebut meliputi Sejati Selabar Bait Wali Bait Janji Sorong Serah Nyondol dan Bales Lampak Nae.