Disertasi
Strategi pemberian reward pada siswa kelas V dalam proses pembelajaran di kelas (studi kasus pada guru SDN Gugus 2 Poncokusumo Kab. Malang) / Supeno
Abstrak
ABSTRAK Supeno. 2015. Strategi Pemberian Reward Pada Siswa Kelas V Dalam Proses Pembelajaran Di Kelas (Studi Kasus Pada Guru SDN Gugus 02 Poncokusumo Kabupaten Malang). Disertasi. S3 Teknologi Pembelajaran Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Punadji Setyosari M. Pd M. Ed (II) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng M. Pd (III) Dr. Sihkabuden M. Pd Kata Kunci Strategi pemberian Reward kelas V proses pembelajaran Dalam mewujudkan pendidikan berkualitas diperlukan profesionalisme guru dalam mengelola proses pembelajaran di kelas. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik mengajar membimbing mengarahkan melatih dan mengevaluasi sobjek didik. Oleh karena itu harus menguasai sejumlah kompetensi yaitu kompetensi pedagogik kompetensi kepribadian kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Penguasaan kompetensi pedagogik sebagai kemampuan keterampilan mengajar termasuk keterampilan pemberian reward kepada siswa dalam proses pembelajaran. Berkaitan dengan hal tersebut maka penelitian ini di fokuskan pada strategi pemberian reward pada siswa kelas V dalam proses pembelajaran di kelas. ( Studi kasus pada guru SDN Gugus 2 Poncokusumo). Dengan tujuan mendeskripsikan (1). strategi pemberian reward (2). bentuk pemberian reward (3). efektivitas pemberian reward dan (4). dampak positif atas pemberian reward pada siswa kelas V dalam proses pembelajaran di kelas. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dan dilaksanakan di SDN Gugus 2 Poncokusumo. Dengan sumber data utama guru dan siswa kelas V melalui purprosive sampling dalam penentuan informan penelitian. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik observasi wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Kemudian dianalisis dengan menggunakan model analisis deskriptif interaktif (Meilles dan Huberman 2007) yaitu pengumpulan data penyajian data reduksi data dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan (1). Bahwa strategi pemberian reward secara verbal dan nonverbal dalam proses pembelajaran dapat (a) meningkatkan perhatian keparcayaan diri dan motivasi berprestasi siswa. (b) menumbuhkan rasa senang bangga dan gembira sehingga proses pembelajaran menjadi kondusif menyenangkan dan menggairahkan. (c) mengembangkan potensi siswa secara optimal dan meningkatkan hasil belajar siswa. (2). Bentuk pemberian reward dalam proses pembelajaran dapat diimplementasikan secara kelompok perorangan pemberian reward yang ditunda dan secara partial sehingga dapat (a) meningkatkan perilaku positif dan minghidarkan dari perilaku negatif siswa dalam belajar. (b) meningkatkan partisipasi secara aktif semangat belajar tinggi dan motivasi berprestasi dalam mencapai keberhasilan (3) Bahwa efektivitas pemberian reward dalam proses pembelajaran dapat (a) sangat efektif untuk mengembang bakat minat dan memotivasi berprestasi siswa dalam mencapai keberhasilan belajar. (b) sangat efektif jika diberikan dengan secara cepat tepat jelas sasaranya dan secara variatif karena pemberian reward yang tidak akurat cenderung tidak efektif. (c) sangat efektif jika diberikan secara konvergensi yaitu dengan menggabugkan beberapa reward menjadi satu rangkain pemberian reward. (d) pemberian reward jauh lebih efektif dari pada pemberian hukuman karena hukuman mengakibatkan siswa trauma turunya prestasi ademik dan berujung gagalnya proses pembelajaran. (4). Pemberian reward dalam proses pembelajaran berdampak positif terhadap (a) proses pembelajaran secara mandiri yaitu belajar atas inisiatif sendiri tanpa terikat kehadiran guru dan siswa lainya di sekolah. (b) tumbuhnya rasa saling menghormati dan menghargai sehingga tumbuh rasa saling menerima dan memberi serta saling memotivasi untuk berprestasi. (c) meningkatkan kecerdasan intelektual emosional dan sepiritual siswa dalam mencapai sumber daya manusia unggul berkualitas cerdas inteltual emosional dan sepiritual. (d) meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa secara signifikan serta sukses mencapai keberhasilan. Berdasarkan kesimpulan tersebut dapat direkomendasikan sebagai berikut (1). Dalam proses pembelajaran dikelas guru sedapat mungkin selalu menggunakan strategi pemberian reward karena telah terbukti dan tidak terbantahkan lagi bahwa strategi pemberian reward baik secara verbal ataupun nonverbal dapat meningkatkan perhatian kepercayaan diri motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. (2). Guru diharapkan selalu menggunakan berbagai bentuk pemberian reward dalam proses pembelajaran di kelas. Agar partisipasi aktif siswa perilaku positif semangat belajar siswa dan motivasi berprestasi siswa dapat meningkat sukses dalam mencapai keberhasilan. Dengan berbagai bentuk pemberian reward siswa akan selalu berperilaku positif dan terhindar dari perilaku buruk siswa dalam belajar. (3).Hasil penelitian ini dapat memberikan kontribubusi dalam pengembangan proses pembelajaran di kelas khususnya dapat memperbaiki proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan efesien dalam mencapai keberhasilan. Sementara itu bagi pejabat yang berwenang dalam perencanaan pendidikan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan atau bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan. (4). Bagai peneliti selanjutnya hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan atau rujukan untuk merancang penelitian selanjutnya. Dalam mengembangkan serta menggali lebih dalam lagi aspek-aspek yang berkaitan dengan proses pembelajaran khususnya pada pemberian reward dalam proses pembelajaran di kelas.